36 C
Brebes, Indonesia
Selasa, November 19, 2019

Bupati Tegaskan Semua Proyek Pembangunan Tepat Waktu

Brebes, Harianbrebes.com,- Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menegaskan seluruh proyek Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Brebes harus berjalan dan selesai tepat waktu. Untuk itu seluruh rekanan atau pelaksana proyek harus memaksimalkan waktu sebaik mungkin.

Demikian disampaikan Bupati disela monitoring Proyek Pembangunan Aula Islamic Center Brebes dan Pembangunan komplek Makam Syekh Junedi Desa Rangdusanga Wetan, Senin (18/11).

“Jika pekerjaan dapat selesai tepat waktu, maka akan lebih cepat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Namun demikian, kata Idza, meski harus dikerjakan secepat mungkin tetapi jangan menyepelekan hal hal prinsip, harus sesuai bestek. Sehingan bangunan yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang tinggi.

“Saya harap selesai tepat waktu, tapi ingat kualitas juga harus baik,” kata Idza mengingatkan.

Bupati Brebes juga meminta Bagian Pembangunan dan Pelaksana Proyek untuk dapat memberikan laporan harian tentang progress yang sudah dilakukan agar tahapan pembangunan benar benar bisa terpantau dengan baik.

Dalam Monitoring tersebut Pihak pelaksana PT Dwi Kharisma Metrotama selaku pelaksana Pekerjaan Pembangunan Aula Islamic Center Brebes dan CV Surya Kharisma selaku pelaksana Pekerjaan Pembangunan Complek Makam Syekh Junedi juga berjanji akan bekerja maksimal dengan kualitas hasil sesuai dengan apa yang diharapkan Bupati Brebes.

Perlu diketahui, proyek pembangunan Aula Islamic Center Brebes dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,5 miliar sedangkan Pembangunan komplek Makam Syekh Junedi Desa Rangdusanga Wetan dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,7 milyar.

Dilaporkan oleh pihak pelaksana, garapan sudah mencapai 70 persen lebih sehingga dapat dipastikan akan selesai tepat waktu.

Dalam Monitoring, Bupati didampingi oleh Kepala Baperlitbangda Dr Drs Angkatno SH MPd, Kepala DLHPS Drs Edy Kusmartono MSi, Plt Kepala Bagian Pembangunan Setda Moh Suhdan Fanani SH dan Kepala Bagian Kesra Ahmad Ma’mun serta pejabat lainnya. (Hms/Gust).

100 Peserta Ikuti Kegiatan Tanam Pohon Dan Bersih Sampah

Brebes, Harianbrebes.com,- Telah dilaksanakan kegiatan Tanam Pohon Cemara Laut dan Bersih Sampah bertemakan “Satu Pohon, Satu Asa untuk Indonesia” yang berlokasi di pulau Cemara, Sawojajar, Brebes (17/11). Kegiatan ini diikuti oleh setidaknya 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas di dalamnya.

Kami juga bekerjasama dengan WPPC (Wisata Pantai Pulau Cemara) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Brebes.

Sesuai dengan tema kegiatan kali ini, kami melaksanakan penanaman pohon cemara laut dan bersih-bersih sampah, baik dari sampah organik maupun sampah anorganik.
Antusiasme peserta yang didominasi oleh kaum muda-mudi generasi millenial menandakan bahwa masih banyaknya generasi yang peduli dengan alam, peduli dengan lingkungan.

Terlepas dari itu, kami dari Brebes Go Green Community mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi dan berkontribusi secara langsung menghijaukan pulau cemara, yang berarti juga menghijaukan Brebes.

Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat lebih menggerakan masyarakat terutama pemuda-pemudi generasi millenial untuk tetap semangat dalam membawa perubahan baik bagi alam.

Keterbukaan pihak pengelola juga memberikan energi positif tersendiri bagi kami yang membuat kami lebih semangat lagi dalam menumbuhkan jiwa kepedulian terhadap lingkungan, agar kedepannya kesegaran alam masih bisa dirasakan oleh setiap makhluk hidup.

Diharapkan, setelah kegiatan ini makin banyak generasi milenial yang tergugah kesadaranya terhadap lingkungan. (Iqbal/Taufik)

Djoko; Minuman Tradisional Warisan Nenek Moyang, Harus Dilestarikan

Brebes, Harianbrebes.com,- Ada rahasia nenek moyang kita, kalau pengin kebal terhadap serangan penyakit, generasi Milenial harus mengkonsumsi jamu setiap hari. Minuman kesehatan khas Indonesia ini, mengandung khasiat yang luar biasa sebagai warisan leluhur bangsa.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes, Djoko Gunawan yang mewakili Bupati Brebes, Idza Priyanti saat membuka pameran produk jamu dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) 2019 di Pasar Ahad Saporete Islamic Center Brebes, Minggu (17/11).

“Jamu adalah minuman tradisional warisan nenek moyang, maka harus kita lestarikan dengan cara mengkonsumsinya setiap hari,” ajak Djoko.

Supaya menarik kaum milenial, jamu harus dikemas semenarik mungkin dengan aneka rasa yang menggoda. Juga penyajian dengan penuh ramah tamah, mempromosikan jamu melalui berbagai media sosial, dan memberikan edukasi mengenai manfaat jamu tradisional pada masyarakat.

Melalui pameran ini, diharapkan masyarakat tidak terus bergantung pada obat, tetapi tumbuh budaya minum jamu untuk hidup sehat bersama dengan minum jamu.

Pameran jamu bertajuk “Bude Jamu-Panggul Segzi” Bugar Dengan Jamu-Pangan Aman, Unggul, Sehat dan Bergizi, mendapat antusias pengunjung Pasar Ahad Saporete. Sekda juga ikut minum jamu bersama di atas panggung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Sartono melaporkan, pameran ini tak hanya menyajikan stand pameran jamu tradisional saja. Tapi juga dimeriahkan dengan 100 stand pameran yang terdiri dari 50 stand jamu tradisional berbagai industri rumahan dan 50 stand produk-produk unggulan UMKM Kabupaten Brebes.

Pameran diawali dengan senam bersama masyarakat dengan imbalan Doorprize bagi masyarakat yang hadir. Diantaranya berupa Sepeda Gunung, Kompor Gas, Magicom, Dispenser, Blender, serta hadiah menarik lainnnya.

Selain itu, juga turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahana Pangan, Yulia Hendrawati, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan SDM Masfuri, Kepala Dinkominfotik Johari, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ismu Subroto, Kabag Kesra Setda Brebes, Ahmad Ma’mun, serta ribuan masyarakat Brebes dan sekitarnya. (Hms/Gust).

Di Sungai Pemali Brebes, Tim SAR Latih Puluhan Relawan Soal “Water Rescue”

Brebes, Harianbrebes.com,- Puluhan relawan dari berbagai elemen masyarakat mengikuti Proses pelatihan dasar dan pengenalan teknik pertolongan di permukaan air (Water Rescue) yang diselenggarakan Tim SAR Kabupaten Brebes dan difasilitasi oleh BPBD Brebes, Minggu, (17/11), di Sungai Pemali, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Waryadi komandan SAR Kabupaten Brebes mengatakan, dirinya mengajarkan kepada para relawan, yaitu teknik-teknik dasar dan teknik pertolongan di permukaan air seperti teknik melempar pelampung ke korban, mengangkat prahu karet, mengendalikan perahu dengan dayung, mendekati korban dengan perahu, menarik dan membawa korban ketempat yang aman.

“Sehingga ketika terjadi bencana alam, para relawan ini sudah siap dilapangan, sekaligus bisa membantu menangani korban,” ungkapnya.

Para relawan tersebut diantaranya, ada yang dari Pelajar SMA, Satgas PB BPBD Brebes, Mapala UMUS, Pramuka, Wipala Bumiayu, Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Brebes, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Brebes, Banser Tanggap Bencana (BAGANA), relawan Orang Indonesia (OI) Brebes, hingga dari relawan Penggerak Masyarakat Peduli (PEMALI) Brebes.

Usai mengikuti pelatihan, salah satu relawan, Azmi yang merasa senang mengikuti pelatihan Water Rescue ini, menjelaskan, ada sedikit kesulitan saat dirinya mengikuti pelatihan.

“Kesulitannya saat mendayung, karena mungkin kita perempuan jadi tenaganya kurang kuat,” ucapnya.

Azmi berharap dengan pelatihan yang dibagi dalam tiga kelompok itu, dirinya bisa menolong orang lain. Minimal bisa menyelamatkan diri sendiri. Selain itu, menurut Azmi, pelatihan ini baginya sangat penting, apalagi saat terjadi suatu bencana.

“Saya baru pertama kali mengikuti pelatihan ini, luar biasa bisa dapat kesempatan ini. Dengan pelatihan Water Rescue, kami bertambah wawasan juga pengalaman,” pungkasnya. (Gust)

Mendadak Oleng, Sedan Tabrak Sembilan Pejalan Kaki Dan Motor

Brebes, Harianbrebes.com,- Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 11 orang luka-luka terjadi di traffic light pertigaan Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sabtu sore (16/11/2019).

Satu unit mobil sedan jenis Honda City, B 8599 QA, dikemudikan Abdillah (60) warga asal Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jateng, keluar dari rumah H. Mohamad Abdul Karim, warga Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, berjarak kurang lebih 200 meter dari arah utara pertigaan Jatibarang.

Mereka bergerak menuju ke selatan, sesampainya di pertigaan tersebut, mobil mendadak oleng sehingga menabrak para pejalan kaki dan pengendara sepeda motor karena mobil hilang kendali.

Dibenarkan Danramil 02 Jatibarang, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa mobil tersebut oleng ke kiri dan ke kanan, kemudian berhenti setelah menabrak pembatas jalan dan sepeda motor, di depan Toko Muda Elektronik.

“Mobil berhenti pada pukul 16.05 WIB setelah menabrak pembatas jalan dan kendaraan roda dua jenis Vixion yang berhenti karena lampu merah menyala,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, Abdillah membawa H. Mohamad Abdul Karim untuk menghadiri undangan selamatan ke Desa/Kecamatan Margasari. Kaki kanannya tiba-tiba mengalami kram sehingga terjadilah kecelakaan.

Adapun korban meliputi Yusuf (43) asal Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, mengalami luka lecet pada kaki dan kedua kaki tidak bisa digerakan. Kemudian Susanti (24) Desa Jatibarang Lor, Jatibarang, luka lecet di bagian kaki dan kepala benjol.

Kasdianto (31) Desa Curug, Kecamatan Pangkah, Tegal, luka robek lengan kanan dan kaki lecet serta tidak bisa berjalan. Siti (29) Dukuh Rantam, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, luka robek bagian kepala sampai tulang tengkorak kelihatan dan trauma perut.

Selanjutnya Yo Pindu (20) Desa Jatibarang Lor, luka trauma di kepala dan lecet-lecet. Evi (21) Desa Kertasinduyasa, Jatibarang, luka robek kaki kanan (dua belas jahitan) dan kaki tidak bisa digerakkan.

Sofan (48) Desa/Kecamatan Jatibarang, luka lecet di kaki dan tangan. Amanah (19) Desa Karanglo, Jatibarang, luka lecet bagian kaki dan kepala benjol serta M. Sahrul (4) putra dari Amanah, mengalami pendarahan pada hidung dan bengkak tangan kanan.

“Untuk sopir mengalami luka dan bengkak pada bagian kaki kiri serta lecet bagian tangan, sedangkan Pak Mohamad Abdul Karim, luka pada bagian pelipis dan bibir serta lecet kaki,” tandasnya.

Seluruh korban telah dibawa ke RSU dr. Susilo Slawi, Tegal, dan sebagian ke Puskesmas Jatibarang.

Insiden masih dalam penanganan Unit Laka Lantas Polres Brebes. Tampak para petugas termasuk Dishub dan Babinsa, mengatur lalu-lintas untuk mengurai kemacetan. (Aan/Gust)

Di Rest Area Banjaratma, Deskranasda Gelar Lomba Peragaan Batik Brebesan

Brebes, Harianbrebes.com,- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Brebes menggelar peragaan busana Batik Brebesan. Pagelaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai jual dari Batik Brebesan di kancah nasional.

Apalagi, perkembangan Batik Brebesan makin menggeliat dan tidak hanya berasal dari Batik Salem saja, tetapi muncul Batik Mangrove, Pandasari Brebes.

“Saya bangga dengan perkembangan Batik Brebesan, selain makin dikenal juga variannya bertambah,” ungkap Bupati Brebes, Idza Priyanti saat membuka lomba peragaan busana Batik Brebesan 2019, Sabtu (16/11), di Rest Area KM 260 B.

Peragaan busana Batik Brebesan, menurut Idza, merupakan bentuk kecintaan masyarakat Brebes terhadap produk lokal yaitu batik Brebesan.

Kecintaan masyarakat Brebes terhadap Batik Brebesan menjadi modal berharga bagi perkembangan batik Brebesan. Karena dengan adanya kecintaan, akan muncul keinginan untuk mengembangkan sekaligus melestarikan Batik Brebesan yang melegenda.

Yang tidak kalah menarik adalah, lanjut Idza, pagelaran ini mampu meningkatkan dan mengembangkan daya imajinasi, kreativitas designer dan peserta.

Ajang ini juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang hasil produk unggulan pengrajin Brebes yaitu batik Brebesan. Dengan penempatan peragaan di Rest Area Banjaratma yang telah menjadi rest area Primadona dan terbaik se Jawa Tengah dan mengandung heritage, nilai-nilai sejarah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes, Warsidin melaporkan, lomba Peragaan Busana Batik Brebesan diikuti 77 peserta. Mereka terdiri dari kategori pelajar putri diikuti 25 peserta  dan kategori pelajar putra 13 peserta. Sedangkan kategori umum diikuti peserta putra sebanyak 16 orang dan peserta umum putri 23 peserta.

“Untuk lebih memperkenal batik Brebesan sejak dini, kami juga menggelar Lomba mewarnai Batik Brebesan ada  juga Art Competation,” ujar Warsidin.

Di Art Competation, peserta menampilkan tari tradisional, tari modern, gerak dan lagu. Untuk Peserta mewarnai, diikuti lebih kurang 500 anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) perwakilan dari Kecamatan Brebes, Wanasari dan Bulakamba.

Kriteria yang dilombakan untuk peragaan Batik Brebesan, kata Warsidin, menyangkut tema kasual yang mampu dipakai oleh siapapun, dikalangan manapun,  yang santai dan lebih rileks. Kriteri keuda, tentang komposisi dari busana Batik Brebesan 70 persen, Kombinasi 30 persen, kombinasi kain tenun tanpa Payet dan bordir.

Dinkominfotik Juara

Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, akhirnya Juara ketegori peserta Umum Pria, diraih Yoga Slamet Wahyudi dari Dinkominfotik sebagai juara 1. Juara 2 Bagus Ardiansyah dan Juara 3 Haris Aril Nur Fahmi dari Dindikpora.

Kateagori Peserta Umum Putri, juara 1 Dina Safira dari duta anti Narkoba Kab Brebes, Juara 2 Nila Kartika dari DPD DAPR dan Juara 3.Indah Wijayanti dari DLHPS

Untuk Kategori Pelajar Putri Juara 1 Tiara Nisa Puspita dari SMKN I Brebes, Juara 2 Silva Sherlina Putri SMA 1 Salem dan Juara 3 Shintiya Ariana dari SMKN 1 Berbes.

Sedangkan Kategori Pelajar Putra juara 1 Rake Simamurti dari SMA 1 Bulakamba, Juara 2 Fahmi Khubasani dari SMA 1 Brebes dan Juara 3 Diky Mustofa SMA N 1 Tanjung. (Hms/Gust)

Bekas Lapangan Terbang Ini Bakal Disulap Jadi Lapangan Tembak Standar Internasional

Brebes, Harianbrebes.com,- Di bekas lapangan terbang milik TNI Angkatan Darat (AD) seluas 11,6 hektar, yang terletak di Jalan Raya Pejagan-Bumiayu, sedang dibangun lapangan tembak Kodim 0713 Brebes berstandar Internasional.

Lapangan ini terletak kurang lebih 1,5 kilometer ke arah utara dari tugu perbatasan Kabupaten Brebes-Tegal, di jalan tersebut.

Tampak sejumlah anggota Kodim dipimpin Bintara Operasi, Pelda Abdul Kholik, sedang memasang ban bekas yang akan difungsikan sebagai tanggul sasaran tembak sepanjang 60 meter. Jumat (15/11/2019).

Dijelaskannya, pembuatan lapangan tembak sebelumnya mulai dikerjakan pada Maret 2018 dengan pembuatan tanggul setinggi 4 meter melingkar sejauh 100 meter, dengan tanah urug swadaya Kodim.

“Kami melakukan penebalan tanggul lesan tembak yang berdiameter 6 meter, dengan menggunakan ban bekas. Kedepan tanggul akan lebih lebar lagi menjadi 8 meter,” jelasnya.

Dikatakannya juga, selain penebalan nantinya direncanakan juga akan dilakukan peningkatan ketinggian tanggul lesan tembak menjadi 8 meter. Ini merupakan langkah pengamanan kegiatan menembak, sehingga proyektil peluru tidak menembus tanggul lesan dan membahayakan masyarakat.

“Untuk ban bekas yang akan dipasang direncanakan kurang lebih 2.000 buah atas instruksi dari Dandim,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk lebar sayap kanan-kiri tanggul adalah 4 meter. Lapangan tembak ini kedepan akan menjadi sarana latihan bagi anggota Kodim dalam memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak. Pun juga dapat digunakan oleh pihak lainnya seperti Polres dan Perbakin Brebes maupun KONI dalam pembinaan atlet petembak.

“Yang jelas kita memanfaatkan lahan untuk dibangun menjadi lapangan tembak sehingga suatu saat barangkali dapat memfasilitasi kejuaraan menembak di Brebes,” pungkas Abdul Kholik.

Sekedar diketahui, selama ini pihak Kodim meminjam penggunaan Lapangan Tembak Yonif 407 Padmakusuma, Jalan Raya ujungrusi, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Hal yang sama juga dilakukan Polres Brebes selain menggunakan lapangan tembak milik Polres Slawi, Tegal. (Aan/Gust).

TNI Bangun Pos Jaga Di Pengaradan Tanjung Brebes, Ini Alasannya

Brebes, Harianbrebes.com,- Pentingnya suatu sistem pengamanan di lingkungan masyarakat, menjadi salah satu target program karya bakti TNI Kodim 0713 Brebes lintas sektoral di wilayah desa binaan Koramil 04 Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu Desa Pengaradan.

Terlebih Pengaradan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan 90 %, sehingga jika musim ikan dan banyak warganya yang ke laut, maka keamanan lingkungan sangat diperlukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya (13/11) pekerjaan adalah pengecoran sloof sekaligus mengikat kolom praktis pada bangunan pos jaga dengan volume 2 x 3 meter, di Dukuh Karangmangu, Pengaradan. Pekerjaan hari ini adalah pemasangan hebel sebagai dinding bangunan. Kamis (14/11/2019).

Dijelaskan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, karya bakti TNI yang didukung anggaran dari Mabes TNI senilai Rp. 74,5 juta, dengan dikolaborasikan dengan Dana Pemdes setempat ini, akan dikerjakan sampai dengan akhir November 2019.

“Pemasangan batu dan pengecoran pondasi Pos Kamling hasilnya adalah 25 %. Pekerjaan lanjutan adalah pemasangan hebel,” terangnya.

Menurutnya juga, bangunan yang merupakan sasaran tambahan karya bakti TNI ini, sangat penting untuk meminimalisir aksi kejahatan karena warganya ikut bergerak dalam membantu petugas (Babinsa, Babinkamtibmas dan Linmas) menciptakan Kamtibmas.

“Selain sebagai pengamanan lingkungan dari aksi-aksi pencurian, pos ronda juga untuk siaga bencana alam dengan ragam bunyi kentongan yang akan dibunyikan piket jaga,” ungkapnya.

Kepala Desa, Nurudin (38), menyambut baik gagasan pengadaan pos kamling karena dinilainya memang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi warganya serta bagi dusun dalam menambah kas melalui jimpitan.

Hasil dari pengambilan jimpitan nanti, akan memberikan kontribusi sebagai dana sosial warga Dukuh Karangmangu yang mengalami musibah, selain juga bermanfaat bagi keperluan lain yang lebih produktif misalnya untuk operasional kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, halal bihalal, maupun acara sosial lainnya.

Untuk diketahui, sasaran utama program ini adalah pembangunan rabat beton sand sheet di 13 titik di gang RT. 01-03 RW. 05, Karangmangu, dengan total panjang 886 meter, lebar 1,2 – 2,8 meter serta ketebalan 10-15 centimeter.

Sedangkan sasaran tambahan lainya adalah pembuatan TPT (Tembok Penahan Tanah) sepanjang 52 meter, tinggi 1,5 meter dan ketebalan 40 centimeter serta TPT untuk memperkuat jembatan sepanjang 7 meter, tinggi 1,5 meter dengan ketebalan 40 centimeter.

Capaian hasil pembuatan TPT di hari ketiga ini adalah 100 % untuk sayap kanan sepanjang 35 meter, yaitu dengan rampungnya pengacian. Sementara untuk sayap kiri sepanjang 17 meter, telah diselesaikan sebelumnya di hari kedua (13/11).

Itulah upaya TNI dalam membantu tugas Pemda untuk memeratakan pembangunan di wilayah sesuai UU TNI No. 34 tahun 2004 pasal 9, dan memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta (pasal 8), yaitu dengan dibangunnya Pos Kamling. (Aan/Gust)

Kejar Target WTP, Pemkab Brebes Lakukan Perbaikan Manajemen Aset

Brebes, Harianbrebes.com,- Aset atau barang milik daerah merupakan salah satu alat penyelenggaraan roda pemerintahan guna mendukung pelayanan masyarakat. Ironisnya, walaupun memegang peranan penting, namun terkadang aset itu belum dikelola secara transparan dan akuntabel. Padahal penatausahaan dan pelaporan aset sangat berarti bagi kewajaran laporan keuangan.

Penyajian yang baik dalam laporan
keuangan menunjukkan akuntabilitas pengelolaan barang milik daerah.
Dan pertanggungjawaban pemerintah daerah dalam laporan keuangan itu setiap tahun akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kemudian diberikan opini.

Di Kabupaten Brebes sendiri, penataan aset daerah hingga kini belum rampung, dan masih dilakukan pendataan oleh BPK, pendataan aset daerah di Kabupaten Brebes ini harus rampung di bulan Desember mendatang.

Pada tahun 2019 ini, audit manajemen aset telah dilakukan sejak bulan September, namun ada beberapa catatan atau rekomendasi.

Selama ini, Pemkab Brebes menjadi satu-satunya Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang belum mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atau selalu mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Permasalahannya, karena aset milik Pemkab Brebes belum semuanya terdata.

Kepala Bidang Aset, Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Brebes, Diding Suwandi saat ditemui wartawan menyatakan, ada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diberikan rekomendasi oleh BPK untuk segera dilakukan perbaikan manajemen aset. Perbaikan manajemen aset ini harus selesai pada Desember nanti. Hingga kini, Rabu, (13/11), proses pendataan aset masih berlangsung.

Kelima OPD itu di antaranya, Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Pengairan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PSDA-TR), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), serta Dinas Kesehatan (Dinkes). Namun, pendataan aset yang paling menguras tenaga adalah Dindikpora, terutama dengan sengketa tanah yang ditempati sekolah-sekolah.

“Ini tinggal Dindikpora yang asetnya ada 970 sekolah dan 17 UPTD. Karena tanah sekolah itu ada yang milik desa dengan bukti Leter C, dan jumlahnya hampir 90 persen dari 970 sekolah itu tanahnya milik desa. Tapi ada juga tanah milik Pemkab, milik wakaf,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku, saat ini tengah mencari solusi dengan BPK terkait dengan penggunaan tanah sekolah itu. Selama satu bulan setengah ini, BPK memelototi aset-aset milik Pemkab Brebes yang puluhan tahun tidak terdata dengan baik. Namun, pendataan difokuskan pada lima OPD yang besar. Pihaknya hanya bertugas melakukan verifikasi aset terhadap lima OPD tersebut.

“Selama 16 tahun itu memang aset Brebes itu tidak terjamah dan tidak terdata. Kami baru masuk tahun 2017 itu harus dihadapkan dengan masalah yang seperti ini. Tapi kami sangat salut dengan Pak Sekda (Djoko Gunawan-red) yang pro aktif dengan meminta OPD besar melakukan penataan aset,” pungkasnya. (EF/Gust)

Alokasi Dana Pemugaran Makam Syekh Junaedi, Total 3,7 Milyar Rupiah

Brebes, Harianbrebes.com,- Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 Pemerintah Kabupaten Brebes, yang diperuntukan pemugaran makam salah satu ulama penyebar islam di Kabupaten Brebes Syekh Junaedi, kini mulai tampak. Makam yang dulunya hanya bangunan biasa, sudah kini terlihat representatif untuk  makam seorang tokoh besar. Apalagi, ditambah rumah penginapan, kamar mandi serta mushola.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, usai mengikuti Kirab Kelambu dalam rangka Haul Syekh Junaedi Al-Baghdadi ke 275 di halaman Makam Syekh Junaedi, Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Selasa (12/11).

“Suasana makam sekarang berbeda, beberapa bangunan sudah tertata. Semoga peziarah bisa merasa nyaman, dan kusyu dalam berdoa,” ucap Idza.

Dikatakan Idza, total alokasi dana pemugaran makam sebanyak Rp 3,7 milyar. Dia juga mengatakan Desember harus rampung pembangunan.

“Alhamdulillah, juga berkat niat dan semangat masyarakat,  cita-cita memugar makam dapat terwujud karena kegotongroyongan. Demikian halnya kirab yang kita laksanakan merupakan cerminan rasa kegotongroyongan masyarakat,” ucap Idza.

Sementara itu, Kepala Desa Randusanga Wetan Swi Agung Kabiantara menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Brebes beserta pihak yang terkait, atas rencana pemugaran makam tahun lalu, sekarang sudah terealisasikan.

“Meskipun belum sepenuhnya, seperti akses jalan yang belum memadai. Saya dan segenap masyarakat sudah bersyukur,” ujar Agung.

Desa Randusanga Wetan, menurutnya, merupakan desa paling timur berbatasan dengan Kota Tegal dan termasuk wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes. Diberkahi beberapa potensi, seperti perikanan tambak bandeng, rumput laut, udang serta terasi.

“Selain potensi tersebut, tak kalah menariknya yaitu wisata religi yang sedang kita kembangkan, makam Syeh Djunaedi,” tuturnya.

Makam Syekh Junaedi ini, lanjutnya, bisa menjadi ikon Brebes yang akan terkenal, seperti halnya telor asin dan bawang merah.

“Karena di sini ada Makam Syekh Junaedi, yang sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah,” pungkas Agung.

Kirab kelambu sendiri, dimulai dari pendopo Brebes, disusul iring-iringan pembawa gunungan hasil pertanian dan perikanan serta kelambu, yang diarak sampai ke makam.

Sesampainya di makam itu, rombongan disambut tarian Puspanagari yang dibawakan siswi SMA N 2 Brebes. Selanjutnya prosesi kirab kelambu dimulai dengan penyerahan kelambu dari Bupati Brebes kepada Juru Kunci Makam Syakhur Romli.

Ikut dalam rombongan Ketua Dekranasda Brebes Drs H Warsidin MH, Kepala SKPD Brebes, Forkopimca, tokoh masyarakat, masyarakat Desa Randusanga Wetan serta Drum Band Banser dari Kelurahan Limbangan Wetan dan Hadroh Azkar Al-Amin Randusanga Wetan, turut memeriahkan kirab. (Hms/Gust)

Berita Terbaru