Rumah TKI, Ajang Silahturahmi Keluarga TKI

0
152
Plt Bupati Brebes Budi Wibowo saat memberikan sambutan pada di acara rapat PPTKIS Brebes di Jatibarang, Sabtu (14/1) lalu. [Foto: Humas Brebes]

Jatibarang, Harianbrebes.com-Ketua Asosiasi Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Kabupaten Brebes Sastro Gunawan Mustaqim bertekad akan mendirikan rumah TKI. Keberadaan Rumah TKI bisa menjadi ajang silaturahmi antar keluarga TKI maupun mantan TKI agar tidak menjadi TKI Abadi.

“Rumah TKI, akan menjadi sentral silaturahmi amtar keluarga TKI dan mantan TKI untuk pemberdayaan lebih lanjut,” ujar Sastro, usai Rapat kerja dan laporan tahunan 2016, Asosiasi PPTKIS/Aspataki Kabupaten Brebes di rumah makan Intan Jatibarang Brebes, Sabtu (14/1) lalu.

Banyaknya problem yang menimpa keluarga TKI, mantan TKI maupun TKI itu sendiri, lanjutnya, bisa di diskusikan dan dicarikan solusi bersama di rumah TKI. Sehingga, PPTKIS bertekad untuk menjembatani dengan pemerintah maupun dengan BNP2TKI.

Sastro juga menyambut gembira rencana pemerintah yang akan membangun Balai Pelayanan TKI Terpadu Jawa Tengah di Brebes. Keberadaan pelayanan online dan satu atap ini diharapkan dapat menghindari pemalsuan dokumen calon TKI, menghapus risiko calon TKI dari tindak percaloan liar dan mencegah pengiriman TKI illegal.

“Bila ini terwujud, maka sangat membantu PPTKIS seperti yang sekarang kami lakukan, untuk medical cek saja kami harus mengantar ke Cirebon atau Purwokerto,” keluhnya di hadapan Plt Bupati Brebes Budi Wibowo.

Budi Wibowo membenarkan akan dibangun Pelayanan TKI Terpadu dengan nota kesepahaman dengan delapan Kepala Daerah di Jawa Tengah. Mudah-mudahan, bisa cepat terealisasi sehinga Kabupaten Brebes yang merupakan kantong TKI masyarakatnya bisa terlayani dengan baik. Di Pelayanan terpadu, Budi membeberkan, nantinya mencakup pendataan proses dokumen calon TKI yang akan bekerja di luar negeri, data kepulangan TKI, dan data untuk pengaduan permasalahan TKI.

Balai Pelayanan TKI Terpadu dimaksudkan untuk memudahkan proses pendataan sistem online yang menjadi basis data bagi calon TKI yang ada di tiap daerah. Kegiatannya memadukan pelayanan antar instansi layanan TKI dalam satu kantor bersama dengan menjalankan prinsip mudah, murah, cepat, dan aman.

“Program sistem online ini sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah yang menjadi kantong TKI agar keberadaan calon TKI/TKI dapat diketahui secara pasti,” tandasnya.

Sebagai pahlawan devisa, kata Budi, TKI Brebes mampu mengalirkan dana milyaran rupiah bahkan sampai seperempat jumlah APBD Brebes.

Meski demikian, kepada PPTKIS harus teliti dan cermat dalam menyalurkan tenaga kerja agar tidak mengundang masalah di kemudian hari. Jangan sekali kali mengirim TKI yang tidak siap mental dan ketrampilan. Untuk itu, calon TKI harus terlebih dahulu diberi ketrampilan, bekal bahasa Negara tujuan, serta adat istiadat Negara yang bersangkutan.

“Bisa saja, akibat penggunaan alat rumah tangga yang tidak familiar bagi TKI serta Komunikasi yang tidak nyambung, terjadi tindak kekerasan kepada TKI,” tandasnya. [Red-Hb/Arkana]

Harian Brebes

LEAVE A REPLY