Pengumuman Hasil Administrasi Calon PPK KPUD Brebes Tidak Valid

0
351
cuplikan lampiran KPUD Brebes dan E-KTP Ahmad Taufik.

Brebes, Harianbrebes.com-Pengumuman hasil seleksi administrasi Panitia Pemilihan Kecamatan PPK Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tertanggal 20 Oktober 2017 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Brebes, tidak Valid. Lantaran dalam pengumuman tersebut, pemilik E-KTP, NIK, tanggal lahir dan alamat tidak sesuai dengan nama yang lolos.

Salah satu Informasi ini didapat, pada postingan facebook atas nama otong susilo tertanggal 21 Oktober 2017 pukul 6.29 tampak dalam postingan tersebut terdapat nama Ahmad Syaifudin yang dilingkaran merah dan scan E-KTP yang lolos, tapi menggunakan NIK, Tanggal Lahir, Alamat, yang dimiliki Ahmad Taufik.

“Saya dapat Whatsap daftar PPK yang lolos identitasnya tidak valid..
Ada sebuah nama yg dilingkari coretan merah tapi NIK dan tempat tanggal lahirnya menggunakan punya orang lain..lihat foto KTP”, kata Otong Susilo di postingan facebooknya.

Banyak tanggapan berbagai pihak masyarakat yang menanggapinya, yang mempertanyakan kenapa hal itu sampai terjadi. Sehingga pada pukul 11.34 facebook atas nama Muamar Riza Pahlevi menjawabnya

“Itu hanya salah ketik saja, susah dibetulkan… mohon maaf”, Kata Riza dalam cuitannya.

Jawaban facebook Muamar Riza Pahlevi, masih menimbulkan pertanyaan “hanya salah ketik”, dan “susah dibetulkan”, dua kata ini sesungguhnya menjadi catatan sebagai penyelenggara pemilu. Meskipun kata berikutnya sudah memohon maaf.

Ketika dikonfirmasi oleh Dedi Agustian wartawan Harianbrebes.com, Sabtu (21/10) di Sekretariat KPUD Brebes, cuitan tersebut menurutnya bukan kata “susah dibetulkan” tapi sudah dibetulkan. Namun kenyataanya sampai tulisan ini diterbitkan, Senin (23/10) di facebook Otong Susilo masih sama seperti saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan facebook.

Tak lama kemudian, Ahmad Taufik mendapat WA dari staf KPUD Brebes dengan nomor 0856-0033….. pukul 12.50 tertanggal 21 Oktober 2017.

“Mohon Maaf mas ada kesalahan pengetikan yang seharusnya akhmad taufik di pengumuman munculnya akhmad saefudin…. jadi nanti njenengan bisa ngambil kartu tes di pos satpam”, kata staf tersebut melalui WA.

Akhirnya Taufikpun bergegas ke sekretariat KPUD Brebes, bertemu dengan Ketua KPUD M. Riza Pahlevi, tampak juga Andi Budi Raharjanto Kepala Sub. Keuangan Umum, dan Logistik KPUD Brebes dan Ketua Panwaskab Brebes Wakro. namun belum dicetakan kartu untuk test, karena alasannya listrik sedang mati. Dan dijanjikan besok di lokasi tempat test PPK SMK Negeri 1 Brebes pukul 13.00 Wib.

“Awal pembicaraan sih minta maaf, kata reza arane be manusia ya pasti ana salahe. Tapi yang kedua balik menyalahkan kenapa tidak langsung kasih tahu ke KPUD saja, kenapa harus ke mas karno,” Terang Ahmad Taufik pada HB.

Sedangkan Ketua Panwaskab Brebes Wakro, melalui WA, Sabu (21/10) kepada Harianbrebes.com mengatakan pihaknya sedang menindaklanjuti temuin tersebut agar ke depan lebih baik.

“Ada kesalahan teknis, ini sudah diperbaiki”, katanya saat di Sekretariat KPUD Brebes.

Selain itu, Wakro juga telah mengirimkan surat rekomendasi kepada KPUD Brebes atas kejadian tersebut, namun saat ditanya isi rekomendasi tersebut, wartawan Harianbrebes.com suruh bertanya langsung ke KPUD Brebes.

“Rekomendasinya bersifat internal mas.  monggo sampean tanyakan ke kpu (KPUD Brebes-red), makanya konfirmasi ke kpu mas… biar kpu yg menyampaikan ”, katanya melalui WA, Senin (23/10), pukul 14.29 Wib.

 

Belum diperbaiki

Pantauan Harianbrebes.com dalam web kpud Brebes http://kpu-brebeskab.go.id/index.php/informasi/berita/181-pengumuman-hasil-seleksi-administrasi-calon-anggota-pemilihan-gubernur-dan-wakil-gubernur-jawa-tengah-tahun-2018, pukul 10.39. Dalam Surat Pengumuman KPUD Kabupaten Brebes Nomor 215/PP.05.03-SD/3329/KPU.Kab/X/2017 tentang Hasil seleksi administrasi calon anggota panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 tertanggal 20 Oktober 2018, belum diperbaiki sama sekali.

Belum ada perubahannya terhadap yang dikeluhkan netizen dan Ahmad Taufik, yang menurut M. Riza Pahlevi sudah dibetulkan, ternyata belum sama sekali dirubah. Bahkan daftar hadir, kartu di meja test PPK  saat ujian tertulis, Ahad (22/10) masih tertera atas nama Ahmad Syaifudin.

Ahmad Taufik, selaku pemilik E-KTP tersebut merasa dilecehkan oleh pihak KPUD Brebes, lantaran dalam pengumuman tersebut, namanya dicatut oleh pihak lain dan belum ada perubahan sampai dilaksanakannya test PPK tersebut.

“Bisane aku masih ana kejanggalan yah… daftar hadir sama kartu nama di meja tes tertulis masih nama Ahmad Syaifudin. Bukan namanya aku. Yang bener Cuma di kartu yang dibawa”, keluhnya mempertanyakan kinerja KPUD Brebes pada HB.

Menurut Taufik, dirinya sudah protes ke pengawasnya saja, tapi cuma disuruh coret nama yang tidak sesuai.

Jika melihat, peraturan bersama KPU, BAWASLU, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum, nomor 13 Tahun 2012, Nomor 11 Tahun 2012, Nomor 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum khususnya pasal 16  bahwa dalam melaksanakan asas tertib, Penyelenggara Pemilu berkewajiban: pada point a memastikan seluruh informasi yang disampaikan kepada publik berdasarkan data dan/atau fakta.

Proses cek dan ricek yang dilakukan oleh pihak KPUD Brebes melalui staf sekretariat, sekretaris sampai meja rapat pleno pengambilan keputusan oleh KPUD Brebes sesungguhnya dilakukan oleh banyak tingkatan.[Red-HB/Arkana/D/T/R]

Harian Brebes

LEAVE A REPLY