Produksi Cabe Menurun, Brebes Kembangkan Sistem Tanam Baru

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan panen perdana hasil cabe dengan teknologi cocopeat di polybag di Tanjung. Jum'at (4/1).

Brebes, Harianbrebes.com – Prihatin dengan produksi cabe yang terus menurun, pemerintah Kabupaten Brebes kembangkan budidaya cabe dengan teknologi Cocopeat di polybag dengan sistem irigasi tetes.

Sebelum memperkenalkan secara langsung sistem tanam baru tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menggandeng Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Propinsi DKI Jakarta melakukan percontohan di lahan seluas dua hektar yang ada di belakang Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Tanjung Brebes.

Percontohan budidaya cabe teknologi Cocopeat di Polybag dengan sistem Irigasi Tetes tersebut tergolong sukses terlihat dari hasil panen perdana yang sangat memuaskan pada Jumat (4/1).

Ketua HKTI Propinsi DKI Jakarta Ir Budi Sumadiyo MBA mengungkapkan, budidaya dengan media serabut kelapa yang ditempatkan di Polybag serta menggunakan sistim irigasi tetes tersebut dapat dipastikan mampu menguntungkan petani cabe karena mampu menghasilkan 5 sampai 6 kali lipat dari hasil system tanam yang konvensional yang dilakukan petani Brebes pada umumnya.

“Dapat kita lihat dari hasil percontohan yang kita lakukan ini, bahwa sistem ini mampu memberikan untung yang cukup besar bagi petani karna hasil panenya bisa lima sampai enam kali lipat dibanding kita menggunakan sistem tanam yang biasa,” paparnya.

Budi juga membuktikan, dari dua hektar lahan percontohan yang telah ditanam menghasilkan paling tidak 200 kg perhari yang dapat dipanen kurang lebih selama dua bulan. Selain itu, cabe yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibanding hasil dari sistem tanam langsung ditanah.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Ir Yulia Hendrawati MSi mengatakan, dengan budidaya menggunakan system Cocopeat di polybag irigasi tetes tidak ada pupuk yang terbuang sia sia.

Karena jika sebelumnya petani melakukan pemupukan dengan cara menyemprot atau menabur yang akhirnya si pupuk kemana mana dan terbuang sia sia, dengan sistem ini pupuk langsung dialirkan ke akar sehingga dapat terserap maksimal tetap oleh tumbuhan.

“Ya semacam infuse lah, jadi tidak ada pupuk yang tercecer sehingga otomatis mampu menghemat pengeluaran yang biasa digunakan untuk pemupukan tradisional,” ungkap Yulia.

Menurutnya, pada kesempatan tersebut pihaknya sengaja mengundang beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Brebes untuk melihat secara langsung lahan percontohan yang ada di Kecamatan Tanjung.

Dengan harapan para gapoktan tersebut melihat langsung apa yang dihasilkan dari sistem tanam semacam ini sehingga mereka juga berminat untuk melakukan hal serupa agar kedepan produksi cabe di Brebes kembali meningkat, baik kualitas maupun .kuantitasnya.(HB-ys/wsd)

LEAVE A REPLY