5 Warga Brebes Meninggal Akibat DBD dalam Sebulan Ini

Jenazah Maulana Kevin Saputra (4) korban DBD kelima di Brebes.(Foto: Imam Suripto/detikcom)

Brebes, Harianbrebes.com – Selama bulan Januari 2019, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Brebes, Jateng, mencapai 39 orang. Lima di antaranya meninggal dunia. Namun Pemkab belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sri Gunadi, menyebut peningkatan penderita DBD terjadi seiring musim hujan. Sejumlah puskesmas di Kabupaten Brebes juga memberikan laporan terkait peningkatan penderita DBD.

“Kalau yang tercatat itu jumlah penderitanya ada 39 orang dan 4 meninggal. Belakangan ada balita di Kelurahan Pasarbatang meninggal hari ini, tapi laporan itu belum masuk ke dinas, kalau memang benar karena DBD berarti tambah 1 menjadi 5 orang,” tutur Sri Gunadi di kantornya, Selasa (29/1/2019).

Ditambahkan Gunadi, dengan melihat jumlah penderita pada Januari ini, trennya cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 lalu jumlah penderita DBD tercatat 30 orang.

“Baru Januari saja sudah ada 39 yang terkena DBD, ini trennya meningkat dibanding tahun lalu. Kemungkinan akan meningkat karena musim hujan masih berlangsung,” sambungnya.

Secara rinci penderita demam berdarah yang meninggal dunia yang sudah tercatat di Dinkes Brebes adalah Alan firgiawan (5,5) alamat Desa Cikandang Kersana; Kholisna Munafilah (7) alamat Desa Limbangan Kersana; Athalia Dinar Azahra (6) alamat Ketanggungan dan Rafa febian (9) alamat Dukuh Tengah Ketanggungan.

Adapun balita warga Kelurahan Pasarbatang yang meninggal pada Senin malam adalah Maulana Kevin Saputra (4). Namun saat ini dinas belum memasukkan nama tersebut karena menunggu keterangan dari rumah sakit yang merawat.

Seiring terjadinya peningkatan jumlah penderita DBD di Brebes, Dinas Kesehatan sudah menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan nyamuk agar tidak meluas. Sedangkan untuk lokasitertentu, dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa.

Meski terjadi peningkatan, namun belum bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Gunadi melihat pada bulan Januari tahun ini jumlahnya hampir sama dengan bulan Januari tahun 2018 lalu.

“Untuk menetapkan KLB itu kan dilihat dari jumlah penderita bulan ini dibanding bulan yang sama pada tahun lalu. Minimal ada peningkatan 2 kali dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Cuma memang Januari ini dan tahun lalu hampir sama ada peningkatan karena sama-sama musim hujan,” paparnya.
(mbr/mbr)

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY