Bupati Brebes Minta Dinkes Rutin Lakukan Fogging dan Berdayakan Basmi Jentik Nyamuk

Bupati Hj Idza Priyanti SE MH menjenguk para pasiebn DBD di RSUD Brebes, Sabtu (2/2) pagi.

Brebes, Harianbrebes.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang beberapa daerah di Kabupaten Brebes. Terbukti sejak Oktober 2018 sampai Januari 2019 jumlah penderita mencapai 61 orang dan 6 orang meninggal. Saat ini masih dirawat di RSUD Brebes sebanyak 16 orang yang mayoritas anak-anak. Atas keprihatinan tersebut, Bupati Hj Idza Priyanti SE MH menjenguk para pasiebn DBD di RSUD Brebes, Sabtu (2/2) pagi.

“Iya saya prihatin, ini menjadi perhatian serius bagi kami. Saya sudah perintahkan Dinkes untuk rutin melakukan fogging dan lebih memberdayakan juru pembasmi nyamuk dan jentik jentik,” ucap Idza Priyanti disela kunjungannya.

Dia menambahkan, para pasien DBD akan mendapat perhatian baik di Puskesmas maupun di RSUD.

“Kita akan perhatikan dan rawat baik-baik mereka, dan sudah saya tekankan pada pihak puskesmas maupun rumah sakit agar diantisipasi sedini mungkin. Kalau ada gejala, langsung ditangani jangan dipersulit,” kata dia.

Bupati pun menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan memperhatikan gejala-gejala DBD.

“Saya himbau agar warga masyarakat selalu waspada dan jaga selalu perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah menginstruksikan langsung melalui surat edaran, meminta kepada seluruh elemen pemerintahan, mulai dari desa, kecamatan, kantor dinas, hingga sekolah- sekolah untuk aktif mensosialisasikan pencegahan DBD.

Upaya foging juga terus dilakukan setiap hari. Termasuk sosilisasi mobiling melalui pengeras suara masuk blusukan ke desa–desa terkait pencegahan DBD.

Dalam surat edaran itu, sejumlah pihak diminta untuk melakukam pemberdayaan, melakukan sosialisasi DBD dan pemberantasan sarang nyamuk. Termasuk, untuk aktif membersihkan sumber-sumber sarang nyamuk di lingkungan masing-masing. Karena semua wilayah berpotensi terjadi kasus DBD. Menurutnya, kasus demam berdarah menjadi sebuah ancaman yang serius bagi siapa pun.

“Karena saat ini memasuki musim penghujan dengan cuaca yang tidak menentu membuat kita harus waspada dengan penyakit demam berdarah. Pasalnya, nyamuk Aedes aegypti yang membawa penyakit demam berdarah memiliki kemampuan terbang sejauh 100 meter sehingga proses penularannya bisa berlangsung sangat cepat,” pungkasnya.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ismawan Nur Laksono menuturkan, Surat Edaran Bupati tentang pencegahan dan kewaspadaan DBD juga sudah disebarkan hingga ke desa – desa.

Selin itu, kata dia, Pemkab Brebes juga sudah mengambil langkah cepat melalui masing-masing Puskesmas dengan melaksanakan Foging Focus.

“Foging focus dilakukan dimana ada kasus DBD. Serta sosialisasi pencegahan DBD juga terus dilkukan mulai dari RT, RW hingga Desa,” ucap Ismawan Nur Laksono.

Langkah lainnya yang sudah, kata dia, melakukan abatesasi, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama masyarakat, serta langkah-langkah preventif dan promotif kesehatan lainnya seperti jumat bersih, sosialisasi, diseminasi dan lain-lain.

Disisi lain, berdasarkan Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010, suatu kejadian dinyatakan statusnya Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila peningkatan jumlah yang terjangkit demam berdarah positif mencapai 2 kali lipat dari tahun sebelumnya di periode bulan yang sama.

Apabila peningkatannya tidak mencapai 2 kali lipat, maka statusnya hanya Waspada. “Sampai hari ini, jumlah yang terjangkit demam berdarah positif di Kabupaten Brebes sebanyak 61 orang, 6 orang meninggal dunia dan 1 orng meninggal dunia warga pesantunan, tapi data belum masuk ke Dinkes,” pungkasnya. (HB-Otz,As,Wsd)

LEAVE A REPLY