Tuntut Transparansi Pembagian Jaspel Medis, Sejumlah Dokter Spesialis Datangi Bupati Brebes

Brebes, Harianbrebes.com,- Dengan membawa Bendera Merah Putih, sejumlah dokter spesialis RSUD Brebes, Jawa Tengah, mendatangi Pendopo Bupati Brebes, sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (28/8/2019). 

Saat ditanya oleh HarianBrebes, para dokter spesialis ini sedikit bicara. Namun ada salah seorang dokter spesialis RSUD Brebes memberikan bocoran, awalnya mereka akan melakukan aksi demo, tapi tidak jadi. Karena kali ini, baru ada tanggapan dari Bupati Brebes, Idza Priyanti.

“Sebelumnya, kami sudah melayangkan surat dari bulan mei sampai sekarang belum ditanggapi,” kata seorang Dokter Spesialis yang enggan ditulis namanya.

Ia menambahkan bahwa sumber masalahnya ada pada pembagian jasa pelayanan (jaspel) medis. Dimana dalam manejemen pembagian jaspel medis, para dokter spesialis ini tidak pernah tahu detail rinciannya.

Sejumlah dokter spesialis RSUD Brebes sedang dimintai keterangan oleh wartawan.

“Yang jelas adalah soal manejemen. Terutama dalam pembagian jaspel medis, Kami tidak pernah tahu pembagiannya bagaimana? Yang diinginkan adalah kejelasan mengenai rincian pembagian jaspel medis yang kami terima,” sambungnya.

Audensi terkait tuntutan dokter-dokter ini dilakukan secara tertutup oleh beberapa perwakilan dokter. Mereka datang ke Pendopo Bupati Brebes dengan didampingi oleh Direktur Utama RSUD, Oo Suprana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Sartono dan Sekretaris Daerah Brebes, Djoko Gunawan.

Pertemuan tertutup ini berlangsung lebih dari dua jam. Usai pertemuan Dirut RSUD Brebes, Oo Suprana membenarkan tuntutan terkait transparansi (pembagian jaspel medis). Dari hasil pertemuan itu menurutnya, dalam seminggu Bupati Brebes akan memberikan solusi terbaik agar pelayanan rumah sakit tidak terganggu dengan adanya keluhan dari para dokter spesialis.

“Mereka hanya ingin bertemu Ibu (Idza). Sudah dipecahkan, salah pengertian saja” jawabnya singkat.

Sementara, hingga pertemuan berakhir, Bupati Brebes, Idza Priyanti belum bisa diwawancara terkait permasalahan ini.

Sejumlah dokter RSUD Brebes saat berada dikomplek Pendopo Bupati Brebes.

Disisi lain, dari hasil penelusuran HarianBrebes diketahui bahwa gejolak pembagian jasa RSUD Brebes tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun yang lalu, yaitu berawal dari usulan perubahan pembagian jasa dari pola lama (pola dr Hana) menjadi pola baru (pola dr Eko) yang diusulkan oleh dr Mintardi SpB., dr Sigit Laksmana SpOG dan dr Sinar Mekhuli SpKK.

“Setelah proses pemaparan dan sosialisasi pembagian jasa pola baru, ternyata hampir seluruh karyawan merasa dirugikan sehingga mereka menolak (kecuali sebagian dari dokter spesialis),” kata seseorang yang juga tidak ingin ditulis namanya.

Namun ketiga dokter spesialis yang mengusulkan tersebut, memaksakan pola baru diberlakukan sehingga terjadi kekisruhan, ketegangan serta ketidaknyamanan pada karyawan dan secara tidak langsung berdampak pada pelayanan terhadap pasien.

Pada hari rabu tanggal 15 mei 2019, bertempat diaula RSUD Brebes diadakan pertemuan yang dihadiri kurang lebih 300 perwakilan karyawan. Hasilnya drg Oo Suprana mengambil sikap dan memutuskan Pembagian jasa di RSUD Brebes, tetap mengunakan pola lama (pola dr Hana), dan menolak pola dr Eko.

Sementara itu, dr Sigit saat dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut, melalui WhatsApp. Dirinya enggan menjawab dan melimpahkan kepada dr Mintardi yang menurutnya sebagai ketua komite medis.

“…Saya ndak berhak menyebarkan masalah tersebut, monggo hubungi dr mintardi aja sebagai ketua komite medis, maaf ya,” jawabnya.

Dan sampai berita ini diturunkan, HarianBrebes belum mendapatkan jawaban dari dr Mintardi, padahal sebelumnya sudah dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp. (Gust)

LEAVE A REPLY