Pers Release Jati Diri Desa Cikandang

Brebes, Harianbrebes.com,- “Wilayah Kabupaten Brebes sejak dari dulu sudah menjadi sebuah kawasan penting dan strategis karena sebagai jalur perlintasan untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang lain. Menjadi kawasan perlintasan utama membuat Brebes mempunyai andil besar dalam perkembangan daerah-daerah yang lain. Namun, sekaligus mempunyai konsekuensi beban berat yang harus dipikulnya. Keberadaan jalan Tol yang baru, membuat wilayah ini mengalami dampak yang cukup luar biasa. Dampak yang sangat terlihat salah satunya wilayah ini semakin menjadi hanya sebagai wilayah “lintasan” saja, berarti membuat Brebes semakin terlewati.

Berada dalam posisi lintasan memang sangat dilematis, karena hanya melihat kecepatan dan mendengarkan suara-suara kebisingan saja tanpa bisa melihat secara detail dengan jelas hal-hal apa saja yang telah melintas. Mungkin itulah yang dirasakan oleh warga Brebes. Terutama sebagai warga tentunya tidak mudah melihat kecepatan yang luar biasa tersebut telah melintasinya. Apakah sebagai warga hanya akan menjadi penonton yang pasif? Atau justru dapat berperan secara aktif dalam mengelola kecepatan tersebut. Setidaknya untuk menunjukkan keberadaan dan jati diri yang dimilikinya.

Desa Cikandang, Kecamatan Kersana yang secara geografis juga berada di jalur perlintasan, memang secara sekilas akan tampak seperti desa-desa lain pada umumnya. Namun, sebenarnya mengandung akan potensi-potensi yang menarik. Narasi-narasi masa lalu yang dimiliki di desa ini menjadi salah satu poin menarik dan penting dalam sebuah cita-cita kemajuan sebuah daerah. Keberadaan Embung Balong yang berada ditengah-tengah pemukiman, keberadaan lintasan sungai Kabuyutan yang secara nyata membantu perekonomian masyarakat setempat sebagai sumber pembuatan batu bata merah, serta uniknya lagi desa ini juga mempunyai dua wilayah yang
terpisah.

Cerita-cerita masa lalu yang ada di Desa Cikandang, tentunya membuat sangat menarik untuk ditelusuri. Dalam kesempatan kali ini, Fajar Riyanto yang terlibat dalam program Seniman Mengajar 2019 bersama dengan masyarakat desa mencoba menelusuri cerita sejarah yang ada di Desa Cikandang melalui metode sejarah lisan dengan mengumpulkan cerita-cerita yang ada di masyarakat. Dan nantinya akan disusun dalam sebuah buku tentang sejarah desa Cikadang.

Selama dalam menelusuri dan mengumpulkan cerita-cerita yang ada di masyarakat desa Cikandang, kemudian muncul sebuah gagasan untuk menyatukan dan mempertajam bentuk-bentuk komitmen bersama di masyarakat Desa Cikandang, terkait posisi warga dan masa depan desa ini. Pada Jumat pahing, 30 Agustus 2019 di balai Desa Cikandang telah terjadi sebuah Forum Silahturami Masyarakat Desa Cikandang. Forum ini diinisiasi oleh Fajar Riyanto (sebagai salah satu peserta Seniman Mengajar) beserta Perangkat Desa, Pengurus RW dan RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh kebudayaan Desa Cikandang.

Dalam diskusi yang berjalan cukup dinamis tersebut muncul kesepakatan untuk membuat sebuah Ikrar Jatidiri Cikadang sebagai upaya dan komitmen penegasan akan jatidiri kebudayaan yang dimiliki oleh warga masyarakat desa Cikandang, untuk memahami pentingnya mengetahui sebuah sejarah dan bagaimana kemudian merawat sejarah tersebut. Forum ini juga sepakat agar Ikrar Jatidiri Cikandang dibacakan dihadapan warga masyarakat dan jajaran pemerintahan pada hari Rabu Pahing, 4 Sura 1441 H / 4 September 2019 bertempat di Balai Desa. Dan setelah acara pembacaan nantinya akan ada sebuah prosesi berdoa bersama dan potong tumpeng sebagai sebuah simbol syukur atas berkah yang telah diberikan terhadap desa ini sekaligus komitmen warga masyarakat dea Cikandang untuk tetap mencintai, memiliki, dan merawat sejarah kebudayaan desa.

Harapannya Ikrar Jatidiri Cikandang ini menjadi catatan penting dan pengingat bagi warga masyarakat untuk secara bersama-sama mempunyai kesadaran dan kesiapan bersama dalam menjaga, merawat, danmempertahankan warisan-warisan dari leluhur seperti cerita-cerita dan produk- produk kebudayaan yang telah dititipkan ke kita. Sehingga ketika dihadapkan dalam kecepatan perubahan yang sangat cepat dengan wacana pembangunan di wilayah Brebes, masyarakat Cikandang dengan penuh kesadaran akan siap karena sudah mempunyai sebuah pondasi kebudayaan yang kuat. Menjaga sejarah beserta kebudayaan yang terkandung di dalamnya berarti menjaga dan mempertahankan peradaban kita.

Cikandang, Rabu Pahing, 4 Sura 1441 H – 4 September 2019.”

Forum Silaturahmi Masyarakat Desa Cikandang

Jalan Pancasila 71, Desa Cikandang, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. *

(*/Gust)

LEAVE A REPLY