Perlu Gotong Royong, Soal Kemiskinan Bukan Sekedar Untuk Di Viralkan

Brebes, Harianbrebes.com,- Salah satu warga Desa Pamulihan, Rt 06 RW 09, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Darpi (85) bekerja sebagai buruh serabutan, yaitu membersihkan bawang merah dari sisa tanah dengan panghasilan antara lima sampai sepuluh ribu perhari.

Darpi sempat viral dimedia sosial (Facebook), karena seorang janda yang menjadi tumpuan keluarganya ini, tidak memiliki cukup biaya untuk berobat Rawi (42) anaknya. Namun demikian, ia masih tetap semangat merawat anaknya dengan harapan penyakit tumor kelenjar di bagian tulang punggung yang diderita anaknya sejak 2016 ini, bisa segera sembuh.

Meskipun setiap minggunya, Darpi harus membelikan obat untuk anaknya seharga seratus ribu rupiah, namun obat tersebut hanya untuk melancarkan buang air kecil saja. Bahkan karena keterbatasan untuk membawa anaknya ke rumah sakit, membuat penyakit yang diderita anaknya semakin parah.

Hal tersebut dibenarkan Babinsa Koramil 16 Larangan, Serka Sugiyono, dan Babinsa setempat Serda M. Angkotasan, saat berkunjung ke gubuk Tidak Layak Huni milik Darpi bersama Kades, Rodian (kanan foto) dan Kadus Slamet. Kamis (5/9/2019).

“Selama lumpuh, Saudara Rawi belum berobat dikarenakan keterbatasan biaya sehingga hanya mengandalkan bantuan Timkes dari PKU Kecamatan,” ucapnya.

Selain serka Sugiono yang sempat berkunjung ke rumah nenek berdinding anyaman bambu/gedek dan berlantaikan tanah ini, sebelumnya (4/9) dari Polsek Larangan juga telah berkunjung dan memberikan bantuan Sembako melalui Bhabinkamtibmas, Bripka Dwi Prasetyo. Kemudian, ada dari Paguyuban Kubangungu, yang juga memberikan bantuan serupa.

Slamet pun berharap akan perhatian dari dinas terkait dan pihak lainnya maupun relawan, untuk mengulurkan tangan memikirkan nasib salah satu warga negara yang mempunyai hak atas kesehatan dan hak menikmati kehidupan yang layak.

“Salah satu contohnya, dengan memberikan pinjaman suku bunga lunak untuk membuka warung kelontong, ataupun bergotong royong untuk segera membedah gubuknya, sehingga Darpi bersama Rawi bisa menempati rumah yang lebih layak dan sehat,” harapnya.

Disisi lain, seorang Aktivis Pemerhati Masyarakat Dan Lingkungan Kabupaten Brebes, yang namanya tidak ingin dipublikasikan, mengatakan berdasarkan data yang ada, pada tahun 2019 di Kabupaten Brebes ini masih ada sekitar 55.296 unit rumah tidak layak huni yang belum tertangani, namun demikian Pemkab Brebes telah melakukan penanganan sebanyak 5.000 unit per tahunnya, sehingga ditargetkan tahun 2032 bisa tertangani semua.

“Tentu penanganan RTLH sebanyak itu memerlukan sinergi serta dukungan dari semua pihak, termasuk swasta melalui dana CSR, sehingga dapat terealisasi secara konsisten dan tidak terbentur keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang namanya gotong royong itu perlu di bangkitkan kembali guna mengatasi berbagai persoalan, khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Sekedar menggugah, Brebes wajib bangkit. Nah dengan gotong royong itulah solusinya,” lanjutnya.

Persoalan kemiskinan seperti yang viral di medsos ini, sudah seharusnya disinergikan dengan aksi sosial yang nyata, tidak sekedar ikut-ikutan membagikan saja, tegasnya, namun harus ada tanggung jawab moral dalam mencarikan dan menerapkan solusi, dan juga aksi nyata. (Aan/Gust)

LEAVE A REPLY