Diskominfotik, Stand Terbaik Di Gebyar Bumiayu Fair 2019

Brebes, Harianbrebes.com,- Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2019 yang merupakan rangkaian HUT ke-74 Kemerdekaan RI dimulai sejak 30 Agustus hingga 10 September 2019. Selain memamerkan produk, juga terdapat wahana permainan seperti komedi putar dan ombak banyu, kora-kora, tong setan atau roda-roda gila, istana hantu dan banyak permainan lainnya. Selama berlangsung kegiatan, masyarakat disuguhi hiburan musik dangdut, band dan kesenian tradisional.

Stand Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten Brebes terpilih sebagai stand terbaik kategori dinas/Instansi pada acara GBF 2019. Karena penampilannya cantik, trendi, selalu ramai pengunjung dan menyampaikan informasi selama GBF berlangsung. Demikian yang disampaikan Ketua Panitia GBF, Imam Santoso usai pengumuman stand terbaik dan penutupan GBF, di lapangan Asri Bumiayu, Selasa (11/9) malam.

Hadiah berupa piala dan piagam diserahkan Ketua Panitia HUT RI ke-74 Kabupaten Brebes Sutaryono dan diterima Kasi Humas dan Komunikasi Publik Dinkomintik Brebes Wasdiun.

Adapun juara 2 diraih RSUD Bumiayu, juara 3 Dinas Kesehatan Brebes. Sedangkan untuk kategori swasta swasta diraih BRI Cabang Bumiayu, Juara 2 Tiga Ratu Group dan juara 3 Yamaha Motor Indonesia Bumiayu.

Stand terbaik, kata Imam Santoso, baik kategori dinas maupun umum dinilai dari beberapa aspek, diantaranya kesesuaian dengan tugas organisasi, kemudahan informasi, ketepatan informasi, banyaknya produk/informasi, kelengkapan sarana dan prasarana, dekorasi, kebersihan, kerapian, keramahan dan pengatahuan terhadap layanan.

“Selain aspek-aspek tersebut ada pula yang berdasarkan pada semangat memberikan pelayanan terbaik, cepat dan mudah bagi masyarakat,” ujar Imam.

Masih kata Imam, GBF digelar dalam upaya meningkatkan wahana informasi, promosi dan hiburan bagi warga masyarakat Kabupaten Brebes, terutama di enam wilayah Selatan Brebes.

“Terima kasih kepada segenap peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan GBF 2019. Pemilihan stand terbaik ini diharapkan bisa lebih memacu partisipasi pada pergelaran pergelaran yang akan datang,” ucapnya.

Selain itu, Imam menyatakan bahwa kemegahan dan kemeriahan GBF tidak sebanding dengan Pameran Pembangunan Brebes Expo 2019. Pasalnya ia merasa acara GBF ini seperti dianak tirikan.

“Acara GBF ini kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Brebes. Alasannya untuk acara penutupan ini saja kita tidak mendapat sokongan dana dari Pemda (Brebes),” ungkapnya.

Atas nama Bupati Brebes, Ketua Panitia HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Sutaryono menutup acara GBF. Dalam sambutan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH yang dibacakan Sutaryono mengapresiasi pergelaran Bumiayu Fair. Event ini bisa menjadi wahana informasi, promosi dan hiburan.

Sutaryono duet bersama salah satu biduan GBF saat menyanyikan lagu yang berjudul Memori Berkasih.

“Lewat acara ini, informasi pembangunan bisa tersebar luas. Masyarakat juga bisa mempromosikan usahanya,” ujar Bupati sebagaimana disampaikan Sutaryono.

Bupati berharap, penyelenggaraan GBF tahun berikutnya bisa lebih banyak pesertanya dan lebih baik lagi. Utamanya, keterlibatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 

“Saya mengajak pelaku usaha memanfaatkan Bumiayu Fair untuk mengenalkan sekaligus mempromosikan produk usahanya ke masyarakat luas,” katanya.

Hadir dalam penutupan GBF 2019, Kepala Dinperwaskim Sutaryono, Camat Bimiayu Apriyanto Sudarmoko, Kepala Inspektorat Sri Teguh Pambudi, Dinkopumdag, Kepala Dinakeswan Ismu Subroto, jajaran Forkopimcam Kecamatan Bumiayu serta undangan lainnya. (Hms/Gust)

Harian Brebes

LEAVE A REPLY