Untuk Penanganan Stunting, TPID Salem Adakan Kegiatan Replikasi Inovasi Jitu Posyandu

Brebes, Harianbrebes.com,- Sebagai tindak lanjut dari Komitmen Bursa Inovasi Desa beberapa waktu yang lalu, TPID ( Tim Pelaksana Inovasi Desa) Kecamatan Salem mengadakan kegiatan Replikasi Inovasi di Aula Kantor Desa Ganggawang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Rabu, (11/9).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 11 Kepala Desa , 12 Kader Posyandu, 7 TPID dan 10 PLD/ PD dan Tim Kecamatan Salem dan buka oleh Camat Salem, Nur Ari.

Camat Salem, Nur Ari dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan Replikasi Inovasi ini adalah kegiatan nyata dalam komitmen para kepala desa.

“Kita harus dorong bersama komitmen ini, harus betul betul di kuatkan utamanya dalam Replikasi Inovasi Kiat Jitu Posyandu Dan Gizi Ibu Hamil Untuk Penanganan Stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Salem,” kata Nur Ari.

Ketika komitmen dari Kades sudah kuat, lanjutnya, maka dapat di musyawarahkan di tingkat desa masing masing untuk dapat dianggarkan dalam APBDes-nya.

Sekcam, Ujang Wahyu yang hadir sebagai narasumber, memberikan wawasan dalam pembentukkan komitmen replikasi ini dan para kades mampu mengawal dalam anggaran di desa.

Sedangkan Kepala Desa Ganggawang, Wa’ad dan Ketua PPK Desa Ganggawang Siti Zulaeha dan para kader posyandu memberikan materi sebagai nara sumber pada acara replikasi di Desa Ganggawang.

Selain itu, Kades Winduasri Nurudin menegaskan bahwa komitmen kita harus benar-benar kuat agar implementasi dari replikasi ini dapat dilaksanakan di setiap desa.

“Saya kira semua harus benar-benar berkomitmen kuat agar implementasi dari replika ini bisa dilakukan di setiap desa,” tegasnya.

Kegiatan diskusi yang di pandu oleh Dadang SE Koordinator Pendamping Desa berjalan penuh semangat, kekeluargaan dan disambut antusias oleh peserta Replikasi Inovasi tersebut.

Selanjutnya, mereka melakukan kunjungan ke lapangan guna meninjau lokasi Replikasi Inovasi di Posyandu Tunas Harapan 2 Balai Beber, binaan Bidan Desa setempat, Yuyun Widyawati.

“Yang menarik adalah adanya sebutan wartawan posyandu, yang berfungsi sebagai informan dan humas dari kegiatan posyandu tersebut, taman bermain balita, kebun balita/ kebun gizi, kelas ibu hamil dan inovasi terbaru yang sedang digagas dan akan diterapkan adalah dengan tabungan balita yang boleh diambil setelah balita berusia 5 tahun, ” ungkap Nur ari

Kader-kader posyandu melakukan sweeping balita dan ibu hamil pada setiap RT, sehingga perkembangan informasi tetap terkontrol. (Ig/Gust)

Harian Brebes

LEAVE A REPLY