Pertama Di Indonesia, Rumah Telur Milik Salah Satu Inspirator Asal Brebes

Brebes, Harianbrebes.com,- Penggagas telur asin panggang pertama yang telah mengantongi Hak Paten dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada tahun 2007, Nurosidin yang juga termasuk salah satu dari 100 Inspirator di Kabupaten Brebes ini membuat Rumah Telur yang pertama di Indonesia.

“Telur asin panggang dan bakar sendiri sudah ada sejak tahun 2003 dan saya sendiri penggagasnya,” kata Rosid saat ditemui di Rumah Telor, Jalan Sultan Agung, Saditan, Kabupaten Brebes. Kamis, (12/9)

Berawal dari impian besarnya untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi Kabupaten Brebes, Nurosidin yang lebih dikenal Haji Rosid ini menemukan ide untuk merintis pembuatan Rumah Telur tersebut.

“Mimpi itu muncul ketika saya masih bertugas di SMP Negeri 1 Wanasari, Brebes,” ungkapnya.

Ide merintis pembuatan Rumah Telur tersebut, saat dirinya mendapatkan telur burung unta yang sebelumnya akan diukir, namun muncul kekhawatiran telur burung unta yang dengan susah payah didapat akan pecah. Kemudian barulah, ia bertekad merintis permbuatan Rumah Telur tersebut.

“Ini yang kemudian saya sendiri membutuhkan dukungan pemerintah untuk membuat museum telur yang saat ini memang belum ada. Saat ini kami simpan puluhan jenis telur itu di rumah sendiri di tempat yang saya siapkan,” lanjutnya.

Meskipun harus merogoh saku pribadinya untuk menjadi kolektor telur binatang, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Terbukti, ia sudah mengoleksi 82 jenis telur binatang yang dipajang disebuah etalase berukuran sekitar 2 x 2 meter.

“Sudah ada 82 koleksi telur yang saya miliki. Semua itu tidak gratis dan harus membeli. Seperti telur burung kasuari, saya membelinya di Papua,” tambahnya.

Nurosidin sedang menunjukkan koleksi Telornya.


Sebagai pensiunan guru, Rosid mengaku masih energik untuk menjadi narasumber pelatihan pembuatan telur asin di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bahkan, Ia tak merasa khawatir dengan adanya sejumlah wilayah yang juga memproduksi telur asin. Karena menurutnya, telur asin sudah menjadi ikon Kabupaten Brebes sejak dulu.

“Baru kemarin ada yang dari wilayah Banten ke sini untuk belajar membuat telur asin. Mereka belajar di Brebes karena Brebes sendiri sudah terkenal dengan telur asinnya,” tuturnya.

Selain Rumah Telur ditempat tersebut, Rosih mengaku masih punya koleksi bebagai jenis telur burung, telur kura-kura leher panjang, telur ayam cemani, telur buaya, telur tokek, telur berbagai jenis ular, dan lainnya yang dipamerkan ditempat lain.

“Koleksi telur itu juga sebagian dipamerkan di outlet saya yang berada di Rest Area PG Banjaratma,” pungkasnya.

Mimpinya untuk mendirikan rumah telur tersebut, menurutnya tak lepas dari iconik Kabupaten Brebes yang sudah terkenal dengan telur asin. Rosid berharap museum ini bisa menjadi wisata edukasi untuk mengenalkan berbagai jenis telur ke masyarakat, sekaligus untuk belajar membuat telur asin sehingga siapapun bisa memahami setiap detail prosesnya. (Gust)

Harian Brebes

LEAVE A REPLY