Pilkades Brebes Terapkan E-voting, Laode: Itu Kewenangan Kepala Daerah

Brebes, Harianbrebes.com,- Dalam bagian ketiga Undang-Undang Desa pasal 86 ayat 1 tentang Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan jelas disebutkan bahwa desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota.

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Plt Kabag Pemdes Setda Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho menyatakan bahwa untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan e-voting itu menggunakan perangkat (alat) Sistem Informasi Desa (SID).

“Sesuai ketentuan yang berlaku pada peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, bahwa penetapan Pilkades ditetapkan oleh kepala Daerah. Karena sesungguhnya, pelaksanaan Pilkades itu hajatnya dari Pemerintah Kabupaten,” ungkap Laode saat ditemui Harianbrebes.com diruangannya, Jum’at, (8/11).

Dalam pilkades, kebijakan untuk mengunakan perangkat SID (e-voting) atau konvensional manual dengan cara mencoblos langsung surat suara itu juga menjadi kewenangan Kepala Daerah.

“Itu menjadi kewenangannya Kepala Daerah, untuk menetapkan Pilkades-nya pakai sistem konvensional atau e-voting dengan mengunakan perangkat SID,” tegasnya.

Rencananya, pilkades tahap II di Kabupaten Brebes akan dilaksanakan dengan cara bergilir atau dibagi tiga wilayah secara bertahap. Hal itu dikarenakan, perangkat (alat) SID yang sedianya akan digunakan untuk pilkades tahap II hanya berjumlah 292 set saja.

“Perangkat SID yang sedianya akan dipakai Pilkades e-voting sebanyak 292 set, untuk 108 desa,”  imbuhnya.

Padahal, untuk pelaksanaan pilkades serentak di 108 desa sesuai dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) dari masing-masing desa itu diperlukan 529 set perangkat SID.

“Untuk alatnya sendiri, satu set maksimal hanya bisa digunakan untuk 1000 DPT. Sedangkan di Kabupaten Brebes hanya ada dua desa yang jumlah DPT nya kurang dari seribu,” ujar Laode.

Mengingat masing-masing desa memiliki DPT berbeda-beda, kata Laode, maka pelaksanaan akan dilakukan meski dengan cara bergilir agar penggunaan alat bisa ideal.

Pertama, akan dilaksanakan di wilayah selatan pada tanggal 8 Desember, kemudian wilayah tengah yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2019.

“Selanjutnya untuk diwilayah utara pada tanggal 22 Desember 2019,” tuturnya.

Laode menambahkan, guna mendukung pelaksanaan Pilkades, pihaknya akan melakukan sosialisasi simulasi SID secara maraton kepada masyarakat.

“Selain itu, pada tanggal 27 Nopember mendatang juga akan dilakukan proses seleksi terhadap 92 bakal calon kades di 12 desa yang memiliki lebih dari 5 bakal calon di Gedung Korpri Brebes,” tandasnya. (Gust)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY