Beranda blog

Dilarang Jualan, Ratusan Pedagang di Alun Alun Brebes Dapat Bantuan Beras

0

Brebes,- Selain pedagang kaki lama (PKL), pedagang lainnya yang berjualan di Alun Alun Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tidak bisa berjualan selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat maupun level 4.

Meski sempat beberapa hari diperbolekan berjualan, namun mereka kembali dilarang berjualan di Alun Alun Brebes. Hal itu dikarenakan Kabupaten Brebes kembali menyandang PPKM level 4, sehingga Alun Alun yang merupakan fasilitas umum ditutup (dilakukan penyekatan) oleh aparat setempat.

Demikian seperti yang disampaikan Ketua Paguyuban PKL Pendopo Sejahtera, Ahmad Jazuli usai menerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kabupaten Brebes di Aula Lama Islamic Center Brebes, Sabtu (18/9).

“Sejak PPKM naik ke level 4, sementara ini dari 210-an pedagang yang biasa berjualan di Alun Alun Brebes atau yang termasuk dalam paguyuban PKL Pendopo Sejahtera tidak dibolehkan berjualan. Jadi, kami sebagai pengurus Paguyuban memintakan bantuan sosial kepada Pemda Brebes. Alhamdulillah, hari ini kami semua dapat bantuan beras,” katanya.

Kemudian, salah satu PKL Alun Alun Brebes Yuli mengaku senang mendapat bantuan sosial dari Pemda Brebes. Meski begitu, dirinya menyayangkan jika bantuan ini hanya berupa beras saja. Menurutnya, bantuan yang diberikan dalam dua tahap ini, sebaiknya diserahkan semuanya.

“Alhamdulillah. Saya senang dapat bantuan beras ini, tapi lainnya gak ada. Harusnya bantuan tahap pertama ini berupa sembako dan tahap kedua dalam bentuk uang seperti yang sebelumnya. Jadi bisa buat beli yang lain, bisa buat beli lauk pauknya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Jaenudin menjelaskan, pihaknya mewakili Pemda Brebes menyerahkan bantuan sosial berupa beras. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada puluhan PKL Alun Alun Brebes.

“Totalnya 210 kantong (isi 5kg). Jadi pedagang kaki lima maupun pedagang dalam kios di Alun Alun Brebes ini dapat bantuan semua. Kalau sebelumnya kan hanya PKL-nya saja yang sudah dikasih uang masing-masing 350 ribu rupiah,” ungkapnya didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Laode Vindar Aris Nugroho dan Kapolsek Brebes, AKP Wagito.

Bantuan beras ini, kata Jaenudin, diberikan Pemda Brebes dengan harapan agar bisa meringankan beban para pedagang di Alun Alun yang terdampak PPKM level 4. Pihaknya menyebut, jika Brebes ini PPKM levelnya sudah turun ke level 2, maka bisa kembali berjualan ditempat semula.

“Tentunya dimasa Pandemi Covid-19 harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (Gust)

HUT Polantas ke 66, Polres Brebes Gelar Vaksinasi Massal

0

Brebes – Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke 66, Polres Brebes menggelar Vaksinasi massal di halaman Mapolres Brebes, Sabtu (18/09/21).

Kegiatan Vaksinasi Massal ini disambut antusias warga Brebes. Terbukti, sedari pagi warga berdatangan untuk mendapatkan vaksin jenis Sinovac dosis 1 dan dosis 2.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan, Kegiatan Vaksinasi ini digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke 66. Kapolres berharap kegiatan ini bisa membantu dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Brebes.

“Semoga vaksinasi Massal ini dapat membantu dalam percepatan Vaksinasi di Kabupaten Brebes,” ujar Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Endah Setianingsih.

Dia menyebut, Giat vaksinasi masal seperti ini akan dilakukan secara berkesambungan untuk terciptanya Herd Imunity (kekebalan kelompok) sehingga nantinya masyarakat Brebes dapat beraktifitas seperti biasa.

Lebih lanjut, AKBP Faisal menjelaskan, sasaran vaksinasi massal hari ini untuk warga Brebes yang sudah berusia diatas 12 tahun, baik lansia, pelajar dan masyarakat umum lainya yang belum tervaksin. Sedangkan untuk agenda sendiri, kata Kapolres, sebanyak 2.000 dosis sudah tersedia bagi masyarakat.

“Kedepan kita akan berkoordinasi dengan Dinkes dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Kita juga membuka gerai gerai Vaksinasi di Puskemas dan untuk yang massal dengan jumlah besar kita siapkan di Polres Brebes pagi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Lulu (19) dan Hanum (20) mahasiswa mengatakan sangat terbantu dengan adanya Vaksinasi massal yang di selenggarakan oleh Polres Brebes.

“Disini, pelayanannya cepat, bahkan sangat mudah untuk vaksin,” ucapnya.

Dirinya mengaku sangat terbantu, dan juga senang dengan adanya vaksinasi masal ini. Karena dengan divaksin, ia dapat melakukan aktifitas seperti biasa.

“Terimakasih Polres Brebes sudah menggelar Vaksinasi untuk warga Brebes, selamat HUT Polantas ke 66,” pungkasnya. (Hms/Gust)

Mengenal Warung Mabok Duren Brebes, Es Durian Dengan Tujuh Varian Rasa

0

Brebes,- Es durian merupakan minuman yang banyak disukai sebagian kalangan, baik yang orang tua, pemuda maupun anak-anak. Buah Durian bahkan menjadi buah primadona sebagian banyak orang. Mereka ketagihan dengan rasanya khas, dan saking ketagihannya, mereka banyak yang mabuk durian.

Mungkin Anda sering menemukan warung yang menjual es durian di Kabupaten Brebes, namun jika Anda mencicipi es durian di warung ‘Mabok Duren Brebes’ yang berada di Jalan K.H Ahmad Dahlan, Kelurahan Pasar Batang dijamin akan ketagihan.

“Di Brebes, banyak penjual es durian yang menjamur di pinggir jalan. Namun, setelah saya mencicipi es durian di Warung Mabok Duren ini rasanya bikin nagih. Durennya halus, lembut di mulut dan lumer,” ungkap salah satu pembeli, Hidayatul Riskiyanti (23).

Warung Mabok Duren Brebes ini sudah bermitra dengan salah satu layanan pesan antar makanan yaitu Go Food dan es duriannya sudah cukup populer di Brebes sehingga menjadi buruan orang-orang yang suka makan durian.

Sementara, Pemilik Warung Mabok Duren Brebes, Muhammad Aufa mengatakan, sejak awal berdirinya Warung Mabok Duren Brebes ini hanya menjual es durian dengan rasa durian klasik saja. Kemudian, ia berkreasi melalui rasa-rasa baru dengan berbagai varian. Sehingga, kini sudah ada tujuh varian rasa es durian yang dikombinasikan dengan gula aren, susu, buah naga, kopi, dan cendol.

“Saya selalu menjaga kualitas, agar konsumen puas dengan rasa es durian di sini. Dulu pernah beli bahan baku yang sudah beku 2 kwintal, tapi rasanya kecut semua. Akhirnya daripada saya kehilangan pelanggan, saya memilih untuk menutup warung,” ungkapnya.

Aufa membeberkan, es durian di Warung Mabok Duren Brebes ini ada tujuh pilihan rasa yaitu es durian gula aren, es durian susu, es cendol durian, es kopi durian, pinky durian naga, double durian, dan juga es cendol durian super original.

“Es durian disini, kami sajikan dengan durian yang dihaluskan secara manual. Lalu dimasukkan ke gelas beserta es batu, gula dan ditaburi susu atau gula aren untuk mempercantik tampilan ditambah dengan cendol dawet,” lanjutnya.

Aroma durian yang sangat menggugah selera, ditambah lagi rasa manis dari susu dan gula aren yang bervariasi ini memang sangat mencolok. Karena, menurut Aufa, durian yang dipilih harus buah berkualitas.

“Jika durian yang berkualias lagi kosong, saya memilih untuk tutup warung sementara. Dan buka lagi setelah dapat durian yang berkualitas yang didatangkan dari beberapa provinsi. Seperti Pekalongan, Medan, Wonosobo, Bengkulu, Lampung dan Jambi sehingga rasanya tetap khas dan terjaga kualitasnya,” tandasnya.

Es durian ala Mabok Duren ini juga dipesan melalui Go Food. Warung Mabok Duren ini berdiri sejak awal pandemi covid-19 pada bulan maret 2020 dengan menu utama serupa yaitu es durian clasik dengan harga 5 ribu rupiah.

“Soal harga, Anda tidak perlu ragu karena harga dari semua variannya dimulai dari kisaran harga Rp. 17 ribu saja dan tidak lebih dari Rp. 27 ribu. Selain es durian terdapat menu lainnya seperti, es cendol dan pinky bluster,” pungkasnya. (Gust)

Brebes Masuk PPKM Level 4, Petugas Gabungan Terus Ingatkan Warga Tetap Disiplin Prokes

0

Brebes, – Petugas gabungan penanggulangan covid-19 di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terus melakukan patroli malam untuk mengingatkan masyarakat agar tetap patuh protokol kesehatan.

Disampaikan Pasiops Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi SH, upaya ini dilakukan agar Brebes segera turun kembali ke PPKM level 3, karena saat ini Brebes menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang masih menyandang predikat PPKM level 4.

“Turunnya level PPKM di seluruh daerah di Jawa Tengah, bukan berarti masyarakat bebas bepergian dan berkegiatan tanpa mengindahkan protokol kesehatan,” ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Kapten Suryadi menegaskan, selaku TNI-Polri, pendampingan terhadap kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) juga harus terus dilakukan agar masyarakat benar-benar patuh saat beraktivitas di luar rumah.

Jika nanti PPKM di Brebes kembali turun ke level 3 seperti kabupaten-kabupaten lainnya, jelas psikologis masyarakat akan gembira, namun kegiatan testing/tes covid-19 secara gabungan harus tetap berjalan.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres, agar di desa Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus mendorong warga desa binaannya masing-masing supaya segera melakukan vaksinasi tahap kedua demi percepatan penyerapan vaksinasi covid-19. (Aan/Gust)

Bupati Brebes: Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Institusi

0


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak kepada seluruh pejabat fungsional melaksanakan pekerjaan dengan semangat dan tanggung jawab penuh dalam tugas. Dalam menjalankan tugas juga harus lebih berhati-hati demi menjaga nama baik diri, keluarga, dan institusi.

“Jangan lengah, beri pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajak Idza Priyanti saat melantik dan mengambil sumpah 106 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Fungsional, di Pendopo Bupati, Jumat (17/9).

Menjadi pejabat fungsional, lanjutnya, tentu harus profesional sesuai dengan bidang tugas pokok dan fungsinya. Semakin profesional, maka masyarakat semakin merasakan pelayanan yang diberikan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.

Tak hanya itu, Idza juga mengajak kepada seluruh ASN untuk membantu percepatan vaksinasi. Ajaklah seluruh anggota keluarga dan lingkungan untuk segera mengikuti vaksin di wilayahnya masing-masing.

“Mari kita segera selesaikan vaksinasi agar wabah Corona bisa segera berakhir,” ucap Idza.

Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut hanya diikuti perwakilan ASN sedangkan peserta lainnya mengikuti secara daring di kantor mereka masing-masing.

Diketahui, Pelantikan dan pengambilan sumpah mendasari Surat Keputusan (SK) Bupati Brebes nomor 821.2/316 Tahun 2021 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional melalui perpindahan dari jabatan lain pada Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Selain itu, SK Bupati nomor 821.2 /300 tahun 2021 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional tertentu, SK Bupati nomor 821.2 /307 tahun 2021 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Penguji Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan, dan SK Bupati nomor 821.2 / 308 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Bidan pada Dinas Kesehatan.

Tampak hadir Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Inseptur Kabupaten Brebes Nur Ari HY, Kepala BKPSDMD Tahroni, dan beberapa Kepala OPD lain yang diundang. (Hms/Gust)

HUT Ke-76, PMI Brebes Bagikan 3000 Masker dan Sabun Cuci Tangan

0

Brebes,- Dalam memperingati HUT PMI yang ke 76 tahun, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes membagikan ribuan masker dan sabun cuci tangan kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Induk Brebes, Jumat (17/9/2021).

Ketua PMI Brebes, Wahidin Soedja mengatakan, pembagian 3000 masker dan sabun cuci tangan ini dalam rangka HUT PMI yang ke 76, dan bertujuan untuk turut serta membantu Pemerintah Kabupaten Brebes yang dalam masa pandemi covid19 kondisinya naik dari PPKM level 3 menjadi level 4.

“Kami sekaligus membantu Pemerintah Kabupaten Brebes yang saat ini kondisinya semula level 3 naik menjadi ke level 4. Sehingga, Kami merasa perlu membantu Pemda untuk menurunkan level ini,” kata Wahidin.

Kemudian, lajutnya, PMI Brebes juga akan melakukan penyemprotan disinfektan dengan cairan Ecoenzim di tempat fasilitas umum dan juga mushala-mushala di Kota Brebes.

“Ecoenzim itu adalah cairan yang ramah lingkungan. Dan ini mungkin baru PMI yang melaksanakan. Kita akan semprotkan di tempat-tempat fasilitas umum, taman bermain anak maupun di sejumlah Mushola yang ada di Kabupaten Brebes,” imbuhnya.

Kemudian, pada Minggu (19/9) besok, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan di Pasar Induk Brebes, disaat pasar tradisional tersebut tutup. Penyemprotan ini dilakukan seiring naiknya PPKM level 4. Selama diterapkan PPKM Level 4, pihaknya akan terus bergerak untuk membantu Pemda Brebes.

“Kemarin juga kita melakukan spraying (penyemprotan desinfektan) di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, kemudian di pabrik-pabrik. Juga hampir seminggu kita melakukan spraying. Dalam rangka HUT PMI ini, utamanya kami membantu masyarakat Brebes yang membutuhkan masker. Kami berikan satu bungkus berisi 3 buah masker dan sabun cuci tangan, jadi totalnya 3000 masker” pungkasnya. (Gust)

Sambut HUT Polantas Ke 66, Satlantas Polres Brebes Bagikan Ratusan Nasi Kotak dan Masker

0

Brebes,- Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes, Polda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dengan membagikan nasi kotak dan masker kepada ratusan tukang ojek yang ada di wilayah hukum Polres Brebes, Kamis (16/9/2021) malam.

Dalam kegiatan baksos tersebut, Kasatlantas Polres Brebes, AKP Endah Setianingsih didampingi KBO Satlantas, Iptu Triyono, para Kanit dan puluhan personil Satlantas Polres Brebes.

“Sejulah 300 nasi kotak dan masker yang kami bagikan ini sebagai wujud kepedulian kepolisian kepada masyarakat yang terdampak covid-19,” kata AKP Endah.

Ia menuturkan, pembagian nasi kotak dan masker yang dilaksanakan sambil berpatroli memantau situasi wilayahnya ini akan dilakukan secara rutin setiap malam jum’at.

“Ratusan nasi bungkus dan masker ini, kami bagikan kepada warga masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Sasarannya, selain tukang ojek juga kepada tukang becak, pengamen, pengemis dan gelandangan. Insya Allah, kegiatan ini akan kami laksanakan rutin setiap malam Jum’at,” tuturnya.

Tujuan kegiatan ini tambahnya, selain untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, juga dalam rangka menyambut HUT Lantas Bhayangkara ke-66.

“Kebetulan kegiatan malam ini, kami mengawali kegiatan menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara yang puncaknya akan diperingati setiap tanggal 22 September. Semoga apa yang kita berikan kepada warga yang terdampak covid19 ini bermanfaat,” tandasnya.

Sementara, Yanto yang berprofesi sebagai tukang becak mengaku senang atas pemberian nasi kotak dan masker dari Satlantas Polres Brebes. Bahkan, tukang becak yang mengaku pendapatanya berkurang sejak diterapkannya PPKM ini berharap bisa mendapatkan nasi kotak gratis setiap malam.

“Alhamdulillah, saya merasa senang mendapat nasi kotak dan masker dari polisi. Terima kasih Bu polisi dan Pak Polisi,” ucapnya. (Gust)

Terkait Isu Jual Beli Jabatan, Tahroni; Saya Selalu Ingatkan Tidak Ada

0

Brebes,- Terkait isu jual beli jabatan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes Tahroni mengingatkan; tidak ada konteks jual beli jabatan dalam kepegawaian.

Hal yang demikian itu seperti yang dikatakan Tahroni saat menyerahkan SK Kenaikan Pangkat golongan IV, di aula BKPSDMD, Kamis (16/9).

“Terkait isu jual beli jabatan, saya selalu mengingatkan tidak ada konteks jual beli jabatan dalam kepegawaian. Kalau percaya, berarti telah terjebak pada oknum,” tandasnya.

Dia juga menyebut, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) meningkatkan prestasinya seiring dengan kenaikan pangkat, Tahroni mengingatkan; Jangan sampai tingginya pangkat malah kinerjanya kendur bahkan melalaikan tugas.

Selain itu, tingginya pangkat, menurut Tahroni, merupakan amanat untuk memberi pelayanan yang lebih baik lagi sesuai kompetensinya. Pada perspektif kenaikan pangkat, eforia kenaikan pangkat bukan untuk membangun sistem baru. Dalam artian sistem baru, kadang-kadang ada sistem baru disimpan di bank yang baru. Kadang terjadi penyimpanan eror, orang tidak akan mampu bekerja padahal sedang dilakukan percepatan dalam masa tertentu.

Seperti finger print, yang merupakan salah satu keharusan, keniscayaan, perintah dari KPK untuk menilai kinerja kita. Kalau tidak pernah apel, dinilai sebagai salah satu bentuk korupsi waktu disiplin.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, ada rotasi, mutasi jabatan jangan sampai percaya melalui seseorang bisa menaikan derajat menjadi pejabat. Itu, tipu daya syetan yang tidak akan ada berkah dalam meraih penghasilan. Bekerja sebaik-baiknya, dengan menjaga ekosistem.

Tahroni menyerahkan 126 Petikan SK Kenaikan Pangkat PNS golongan IV terdiri dari golongan IV/a sebanyak 116 orang, IV/b ada 1 orang dan IV/c ada 9 orang.

Kepala Bidang Mutasi BKPSDMD Brebes Dra Sriatun MSi meminta maaf karena tidak menghadirkan Bupati atau Wakil Bupati karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Di saat PPKM Brebes masih pada level 3, maka Satgas Kecamatan Brebes membatasi perkumpulan di atas 100 orang. Untuk itu, pada penyerahan petikan SK Kenaikan pangkat digelar secara sederhana yang dibagi menjadi dua sesi. (Hms/Gust)

Dilarang Jualan, Ini Keluhan PKL Alun Alun Brebes

0

Brebes,- Sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Ratusan Pedagang Kali Lima (PKL) di Alun Alun Kabupaten Brebes hanya beberapa hari diperbolehkan membuka lapak. Namun, sejak Kabupaten Brebes ditetapkan sebagai daerah yang menyandang status PPKM level 4, PKL Alun Alun untuk sementara dilarang berjualan.

Pelarangan membuka dagangan dikeluhkan oleh para pelaku usaha kaki lima. Akan tetapi, mereka juga menyadari hal itu dikarenakan tempat mereka berdagang (Alun Alun Brebes) merupakan Fasilitas Umum yang wajib ditutup selama diberlakukannya PPKM level 4.

“Baru beberapa hari buka dagangan, sudah disuruh tutup lagi. Katanya level PPKM naik di Brebes” ungkap Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun ‘Pendopo Sejahtera’, Ahmad Jazuli saat ditemui wartawan, Kamis (16/9) di Alun Alun Brebes.

Ahmad Jazuli yang akrab disapa Juli berharap, PKL di kawasan Alun Alun yang berjumlah mencapai 200 orang mendapat perhatian dari Pemerintah. Menurutnya, mereka yang terdiri dari pedagang lesehan, makanan, dan lainnya tidak bisa jualan, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus cari utangan.

“Boleh lah melarang kami berdagang, tapi kami kan juga butuh kesejahteraan. Kalau begini terus (dilarang jualan), siapa yang menanggung kebutuhan kami sehari-hari,” keluhnya.

Juli menyebut, Para pedagang Alun Alun sebenarnya sangat menyayangkan atas naiknya level PPKM di Brebes. Apalagi, mereka mendapat kabar terkait penyebab kenaikkan ini, hanya karena keterlambatan input data COVID-19.

“Mereka (operator) sebenarnya tahu apa tidak dampaknya terhadap masyarakat. Gara gara kesalahan data, yang kena dampaknya orang orang seperti kita. Cari duit susah, ini malah ditutup lagi tidak boleh dagang,” ucapnya.

Disisi lain, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono mengungkapkan, PKL Alun Alun sementara ini tidak boleh berjualan di kawasan tersebut sampai tanggal 20 September mendatang, dan menunggu evaluasi penerapan PPKM selanjutnya.

Lebih lanjut, kata Maryono, pemanfaatan fasilitas umum dalam hal ini Alun-alun Brebes itu sesuai dengan kesepakatan Satgas COVID-19 Brebes, maka harus mengikuti ketentuan penerapan PPKM level 4. Untuk semua fasilitas umum atau ruang publik kini telah disepakati untuk ditutup.

“Mendasari Instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 13 Tahun 2021, maka penerapan PPKM mengacu pada pedoman penerapan PPKM level 4 sesuai dengan Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021. Maka dari itu, semua aktifitas masyarakat dibatasi termasuk PKL,” tegasnya. (*/Gust)

Bupati Brebes Resmi Buka TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2021

0

Brebes,– Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE.MH, secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA. 2021 Kodim 0713 Brebes, yang berlangsung di Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, melalui acara yang disederhanakan di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu, 15 September 2021.

Idza mengatakan, pihaknya (Pemkab Brebes) sangat mendukung adanya program tersebut karena itu merupakan upaya TNI dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, juga percepatan bagi masyarakat desa sasarannya untuk mendapatkan pelayanan-pelayanan di kegiatan non fisik TMMD.

Pasalnya, TMMD merupakan salah satu wadah bagi segenap stakeholder terkait, elemen-elemen masyarakat, dan juga masyarakat itu sendiri untuk bergotong gotong-royong bersama Pemkab dan TNI guna memajukan desa.

“Adanya kegiatan penyuluhan-penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi narkoba, hukum, covid-19, dan lainnya, jelas akan membuat masyarakat lebih paham tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” ujarnya.

Sementara itu Dandim, Letkol Infanteri Mohamad Haikal Sofyan menjelaskan, infrastruktur yang sedang dibangun sejak tahap pra TMMD bulan lalu (16/8), diharapkan memudahkan transportasi warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan serta memangkas biaya distribusi barang dan jasa dari dan ke desa.

Lebih lanjut diutarakannya, untuk sasaran fisiknya meliputi peningkatan jalan pendekat antar desa untuk sarana transportasi dan Jalan Usaha Tani (JUT), yaitu dengan makadam 1,2 kilometer lebar 4 meter (46%) dan rabat beton sepanjang 83 meter lebar 2,5 meter. Sedangkan untuk sarana penunjangnya adalah pekerjaan saluran drainase di tiga ruas dengan panjang total 354 meter lebar 0,90 meter, serta pekerjaan 2 unit plat duiker (6%).

“Selain membuka jalan dari Desa Ganggawang ke wilayah Desa Gunung Sugih, pekerjaan fisik tambahan di TMMD Sengkuyung tahap III ini adalah merehab 5 unit rumah warga yang kurang mampu untuk membantu Pemkab mengentaskan kemiskinan,” terangnya.

Lanjutnya, TMMD Sengkuyung ini dilaksanakan selama 30 hari kedepan (15 September – 14 Oktober 2021) dengan berbagai variasi pembangunan. Untuk itu keberhasilan pembangunan yang dilimpahkan Pemkab kepada Kodim sebagai promoter kegiatan itu, menuntut sinergi seluruh pihak dan masyarakat itu sendiri sebagai objek pembangunan.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu TNI dan Pemkab sejak pra TMMD lalu,” ujarnya mengapresiasi.

Untuk diketahui, anggaran TMMD Sengkuyung kali ini sebesar 951 juta yang bersumber dari APBD Fisik Kabupaten I dan II. (Aan/Gust)