Mengampanyekan Tari Kretek Khas Kudus Jawa Tengah

0
229


Ana dengan kostum Tari Kretek Kudus
Siapa yang belum tahu Tari Kretek khas Kudus Jawa Tengah?Bagi warga Jawa Tengah, terutama warga Kudus harus tahu apa itu Tari Kretek dan bagaimana sejarah Tari Kretek sehingga banyak dilirik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebab, Tari Kretek menjadi salah satu khazanah budaya Jateng yang harus dikampanyekan agar lestari dan tidak diduplikasi orang lain.
Bagi Ana Triana Imansari, penari muda asal Kudus ini,mengampanyekan Tari Kretek khas Kudus Jawa Tengah adalah hal wajib. Penari yang saat ini menjadi mahasiswi PGSD FIP Universitas Negeri Semarang tersebut mengakui bahwa Tari Kretek sangat indah, unik dan wajib dipopulerkan, terutama bagi penari asal Kudus.
Tari di Jawa Tengah memang beragam, mulai dari tari Kudus, tari khas Pati, tari khas, Banyumas, tari khas Semarang, tari khas Rembang, tari khas Blora, tari khas Salatiga, tari khas Wonogiri, tari khas Pekalongan, tari khas Batang, tari khas Pemalang dan sebagainya di wilayah Jawa Tengah. Namun yang dibidik Ana dalam hal ini adalah Tari Kretek khas Kudus Jawa Tengah sebagai tempat kelahirannya. (Baca juga: Seni Barong Blora yang Unik di Bumi Samin).
Tari Kretek
Tari Kretek adalah salah satu tari khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kretek adalah ikon dan branding Kudus yang dikenal di Jawa Tengah bahkan Indonesia. Sejarah Tari Kretek Kudusini berawal dari seorang perempuan asli Kudus. Ya, pencipta Tari Kretek Kudus adalah Endang Tonny Supriyadi yang tinggal di Jl. Gazebo Raya Blok I Perum Muria Indah, Kudus. Sekitar tahun 1985, Endang menciptakan Tari Kreket sebagai salah satu hasil seni dan budaya yang mengangkap Kudus. 
Tak hanya Tari Kretek, tari khas Kudus yang diciptakan Endang adalah Tari tongtek, Tari Siskamling, Tari Gema Takbir, Tari Pesona nusantara, dan juga Tari Becak. Akan tetapi, hanya Tari Kretek yang saat ini terkenal di seluruh Indonesia yang membuat Ana Triana Imansari tergoda untuk menggeluti dan mengampanyekannya.
Menurut Ana, Kretek sangat menarik, apalagi ada properti menempel di kepala yang sangat berbeda dengan tari khas daerah lain, seperti tari khas Pati, tari khas Jepara, tari khas Blora, tari khas Demak, tari khas Rembang, tari khas Semarang, tari khas Kendal dan umumnya tari khas di wilayah Jawa Tengah. “Yang menarik dari Tari Kretek itu terletak pada gerakan tariannya, punya ciri khas sndri,” ujar Ana kepada Harianjateng.com, Jumat (8/5/2015).
Menurut Ana, Tari Kretek menceritakan pembuatan rokok kretek. “Tari Kretek itu adalah tari yang menceritakan pembuatan rokok kretek, lalu dituangkan ke dalam gerakan tarian,” bebernya.
Selain itu, kata dia, iringan tariannya adalah kolaborasi dengan karawitan dan marawis. “Dan juga pada kostumnya yang memakai caping kalo di kepala dan propertinya tampah,” jelas perempuan yang sering mengikuti pagelaran seni tari tersebut.
Promosi Tari Kretek Kudus
Meskipun bergelut di dance, perempuan ini juga tak mau kehilangan budaya lokal Kudus, salah satunya Tari Kretek Kudus.  Ana, bertedak mengampanyekan Tari Kretek Kudus sebagai salah satu bukti cinta kepada tempat kelahirannya tersebut. Tidak heran, jika ia pernah mendapatkan penghargaan tertinggi Juara 3 Tari Kretek se-Jateng&DIY untuk individu.
Mengampanyekan Tari Kretek Kudus bukan hal mudah dan bukan pula hal sulit. Perlu keseriusan yang tinggi untuk membuat eksis tari unik tersebut. Gerakan seni memang dimulai dari diri sendiri, kemudian perlu gerakan komunitas seni yang pada akhirnya menghasilkan budaya khas yang nilainya tinggi, salah satunya adalah Tari Kretek Kudus.
Perempuan kelahiran Kudus 31 Januari 1995 ini juga pernah Juara 1 Dancer dalam acara SBC (Saba Basket Championship) Tingkat Jateng, acara yang diadakan SMA 1 Bae Kudus.  Saat masih duduk di bangku sekolah, Ana juga pernah dan sering mendapat juara 1.
Selain di Kudus, Ana juga sering ikut ikut event festival parade seni Semarang sebanyak 2 kali, yaitu tahun 2011 dan 2012. Saat ini, sambil kuliah, Ana juga sering mengikuti pagelaran seni dan juga sering mendapat job menari di berbagai acara.
Meskipun Tari Kretek Kudus hanya tarian lokal, namun justru lokal wisdom tersebut menjadi kekayaan budaya yang tak bisa diduplikasi bangsa lain. Ana berharap, semua elemen juga mengampanyekan seni khas Kudus tersebut, tak hanya penari seperti dirinya, namun semua kalangan seperti pecinta seni, guru, wartawan juga harus turut menjaga seni tari khas Kudus tersebut. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
(Laporan Seni Budaya Harian Jateng/Foto: Ana).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here