Festival Kledung Temanggung akan Digelar Akhir Mei 2015

1
69


Tradisi unik di Temanggung
Temanggung, Harian Jateng – Festival Kledung Temanggung akan digelar akhir Mei 2015  yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sesuai agenda Pemkab Temanggung, Festival Kledung tersebut akan dilaksanakan tanggal 30 Mei 2015 sampai 31 Mei 2015. Festival Kledung tersebut juga bertujuan untuk mengampanyekan beberapa objek wisata di Temanggung sebagai salah satu khazanah wisata di daerah tersebut.
Didik Nuryanto Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, mengatakan bahwa festival tersebut akan dilaksanakan di Rest Area Kledung Temanggung. Menurut Didik, lokasi Rest Area Kledung tersebut akan dipromosikan sebagai unit wisata di Temanggung. (Baca juga: Menjamah Candi Arjuan Dieng yang Memukau).
Budaya unik, tak hanya dimiliki di Wonosobo, juga Magelang atau Banjarnegara, akan tetapi di Kabupaten Temanggung juga memiliki tradisi unik yang harus dilestarikan. Salah satunya adalah melalui Festival Kledung sebagai salah satu wahana mempromosikan seni tradisional.
Secara geografis, Rest Area Keladung adalah salah satu wisata yang berada di Jalan Raya Temanggung-Wonosobo, yaitu terletak di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Hal itu dikatakan Didik saat di Temanggung pada Jumat (15/5/2015). Di lokasi Rest Area tersebut, selain indah dan udaranya sejuk, terdapat pula UMKM center, yang menjual berbagai produk-produk unggulan. Produk tersebut merupakan salah satu wahana menarik wisatawan dari berbagaid daerah.
Bahkan, menurut Didik, di dekat lokasi tersebut juga ada wisata Alam Posong. “Tidak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat objek wisata alam Posong yang saat ini mulai dikenal masyarakat,” ujar dia.
Dalam festival nanti, menurut Didik, akan disajikan sejumlah 15 kelompok seni tradisional, juga festival kuliner dan juga ritual yaitu ruwat rigen yang sangat unik khas Temanggung. Tak hanya seni kontulan, dalam festival nanti juga akan ada seni kuda lumping, soreng, bangilun, dolalak, prajurian, dan juga topeng ireng.
Tak hanya bertujuan promosi wisata, akan tetapi festival tersebut juga bertujuan melestarikan pengembangan seni tradisional yang saat ini berada dalam gempuran globalisasi. Didik juga mengatakan, festival yang akan digelar akhir Mei 2015 nanti, juga bertujuan melestariakn ruwat rigen sebagai salah satu tradisi masyarakat sekitar. (Red-HJ35/Foto: Antara).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here