Blora Kota Barongan Menjadi Maskot Budaya di Jateng

9
464


Semarang, Harian Jateng – Julukan Blora Kota Barongan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah harus menjadi maskot budaya di Jateng. Selain mempromosikan kesenian lokal khas Blora, sebenarnya Barongan menjadi salah satu maskot budaya dan kekayaan seni di lingkup Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan Ahwani Ad-dakhil, Ketua Umum Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusanatara (Perantara) Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2015) di Semarang. Menurut pria tersebut, di Jawa Tengah, yang memiliki budaya unik yang bisa diorbitkan di tingkat nasional bahkan nasional adalah Blora.
“Kalau reog itu sudah dikenal di seluruh Nusantara bahkan dunia, maka barongan Blora ini perlu dijadikan maskot budaya di Jateng,” ungkap dia kepada Harian Jateng.
Akan tetapi, Ahwani heran, barong Blora sebagai seni khas dan merakyat di Blora belum begitu dikenal di Indonesia, begitu pula di Jateng sendiri. “Kalau bicara Reog Ponorogo, pasti banyak orang mengenalnya. Tapi kalau Barongan Blora, pasti banyak orang yang gak tahu,” terang dia.
Saya kira, kata dia, peran utama untuk menduniakan Barongan Blora adalah media massa. “Ya media cetak, maupun media online di Blora harus mendukung penuh dan rajin memberitakan Barongan Blora agar dikenal banyak orang di kancah nasional,” harap dia. (Baca juga: Wacana Penerbitan Buku Barongan Blora).
Kalau berbicara seni dan budaya, kata dia, pasti konotasinya di Jateng-DIY, kebanyakan menuju Solo dan Jogjakarta. “Padahal Blora ini juga kaya akan seni dan budayanya, namun mengapa kok terbelakan? Ada Barong Blora, Tayub Blora, Wayang Krucil Blora,” tegas dia.
Setidaknya, untuk mengampanyekan Blora Kota Barongan, kata dia, gambar atau miniatur Barongan Blora ini perlu menjadi maskot Jateng. “Kalau ada even budaya di Semarang, harus ada menawarkan ke Dewan Kesenian Jateng untuk mengangkat Barongan Blora agar lebih terkenal,” harap pria tersebut.
Untuk membumikan Blora Kota Barongan, katanya, mahasiswa Blora, perantau Blora yang berada di luar Blora, harus rajin mempromosikan Barongan Blora melalui berbagai media. “Ya bisa lewat kaos, stiker, gantungan kunci atau apa saja yang mengangkat dan mempromosikan Barongan Blora,” pungkas dia. (Red-HJ38/Foto: Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here