Kondangan Tahlilan Menjadi Budaya Unik di Klaten

1
173
Kondangan menjadi tradisi khas di Klaten.

Klaten, Harian Jateng – Kondangan tahlilan menjadi budaya unik di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Menurut Ketua Jamaah Tahlil Al-furqon, Muhammad Basyiri, tahlilan yang digelar warga Klaten menjadi budaya unik dan mengguyubkan warga setempat. “Di sini memang rata-rata warga NU, jadi ya wajar kalau tetap melestarikan tahlilan,” ujar dia, di Klaten.

Kalau orang Jawa, kata dia, menyebut kondangan itu bukan resepsi pernikahan, namun ya datang ke hajatan warga, terus di sana digelar tahlilan ada ada makanannya atau kenduren. “Tapi kalau orang kota menyebut kondangan kan datang ke resepsi pernikahan,” ujar bapak dari tiga anak tersebut tak lama ini.

Selama ini, tahlilan bagi sebagian umat Islam memang menjadi perdebatan. Bahkan, ada yang mengatakan bid’ah karena tidak pernah dilakukan Nabi Muhamamd SAW. Tak heran, dari berbagai disiplin ilmu, banyak orang mencari kebenaran dan informasi seputar bacaan tahlilan lengkap, hukum tahlilan menurut Islam, bacaan tahlilan NU, tahlilan menurut Muhammadiyah, tahlilan menurut Imam Syafi’i, tahlilan dalam pandangan Islam, doa tahlilan, bahkan download tahlilan mp3 dan sebagainya.

“Kalau bagi saya, kita ini kan hidup di Jawa, jadi Islam kita ya Islam Jawa, bahkan bisa jadi Jawa yang beragama Islam,” beber ketua Takmir Masjid di Klanten tersebut.

Daripada maksiat, kata dia, ya mending tahlilan. “Wong itu perbuatan baik kok dilarang, dikucilkan,” tegas dia.

Dalam pandangan masyarakat kota, kondangan diartikan sebagai salah satu kegiatan mendatangi dan memberi doa restu kepada pasangan yang menikah dalam resepsi pernikahan. Tidak heran jika banyak sekali orang mencari informasi baju kondangan, kondangan pake jeans, gambar baju kondangan, baju kondangan remaja, baju buat kondangan, beli baju kondangan, baju kondangan pria, kondangan pake baju unik dan sebagainya.

“Di Klaten ini beragam, ada yang NU, Muhammadiyah, LDII, FPI, HTI dan sebagainya. Namun saya berharap, apa saja yang dilakukan mereka, tak perlu menyalahkan. Masak Islam sama Islam kok bertengkar,” pungkas dia. (Red-HJ34/Foto: Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here