Puisi Telanjang, Tanpa Sehelai Benang

0
124


Oleh Yusfi Wawan Sepriyadi
Sekian lama terkubur dlm lubang kubur
Ketika nurani terbungkam
Sabda pandita menjadi dawuh sinuhun
Tiga puluh dua tahun berlalu
Dalam kuasa tirani orde baru
Mei 98 catatan gelora pergerakan
Bangkit bergerak menuju perubahan
Catatan catatan demonstran masih terkenang
Luka lama masih terbayang dalam ingatan
Mahasiswa turun kejalan, bangkit bergerak melawan penindasan
Memimpin dalam sebuah barisan
Tentara berderet memegang senapan
Mempertahankan kekuasaan
Semua berlalu,begitu saja
Noda darah masih tersisa pada kain bendera
Wajah wajah lama, berubah dengan topeng topeng dewa
Menyambut kemenangan dibalik selimut penguasa
Kemerdekaan melawan tirani sudah terjadi
Katanya kini dalam era demokrasi
Namun kini telanjang tanpa sehelai benang
Negeri negeri bersorak berebut simpati
Kini dalam cengkraman demokrasi
Telanjang tanpa sehelai benang
Hingga kau pamerkan kemaluanmu
Dilayar kaca ,dunia melihatmu
Tak tahu negeri ini milik siapa ….?
Telanjang tanpa benang , hingga mereka menjamah seenak mereka
Dari onani hingga setubuhi bumi
Saat bangkit bergerak merebut kedulatan yang suci
Brebes, 20 Mei 2015
Penulis adalah warga Brebes, Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here