Harga Batu Akik Termurah di Pekalongan Diburu Investor

11

Pekalongan, Harian Jateng – Harga batu akik termurah di Pekalongan diburu investor dari berbagai daerah. Mereka sengaja menimbun berbagai jenis batu akik khas Pekalongan Jawa Tengah untuk diekspor ke luar negeri. Menurut Ahmad Budiono (52) salah satu investor batu akik Pekalongan, harga batu akik bisa saja turun murah, namun nanti ketika sudah langka akan menjadi mahal.

“Kami sengaja membeli berbagai macam batu akik di Pekalongan dengan harga murah, namun ketika kami setor ke Malaysia dan Thailand juga laba kami bisa mencapai dua kali lipat,” ujar dia, Minggu (31/5/2015) di Pekalongan.

Tidak semua batu akik murah kami beli, kata Budi, namun kami hanya membeli yang menjadi buruan para pecinta batu akik di luar negeri, salah satunya jenis Kalimaya. “Memang di Pekalongan, umumnya di Jawa Tengah saat ini murah, namun berbeda lo jika kita bandingkan dengah harga batu akik di luar Jawa dan luar negeri,” papar dia.

Di Pekalongan, katanya, saya hanya mengambil batu akik termurah bagi kami senilai Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000. “Kalau di bawah Rp. 50.000 ya tidak lah, kan itu jenis badar besi yang bisa dibeli semua kalangan,” tukas pria tersebut. (Baca juga: Manfaat Memakai Batu Akik adalah Tambah Kaya).

Tak hanya Budi, sebenarnya saat ini banyak investor yang meburu batu akik di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Akan tetapi, mereka sebal karena saat ini banyak sekali batu akik palsu yang beredar. “Memang sulit membedakannya, apalagi dipoles dengan berbagai cara termasuk menggunakan mesin. Kami saja harus menyewa tim untuk menyeleksi batu akik yang kami beli untuk diekspor,” jelasnya.

Dalam seminggu, menurut pengakuan Budi, timnya bisa mendapatkan ratusan batu akik dengan berbagai jenis. “Kalau di Pekalongan ini sudah tak laku, nanti kami akan pindah memburu batu akik Batang, batu akik Kendal, batu akik Semarang, batu akik Wonosobo khas Dieng dan sebagainya,” ungkapnya.

Akan tetapi, di Pekalongan banyak sekali orang yang memiliki ide seperti Budi dan kawan-kawannya. Bahkan, laba yang diperoleh Budi bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Soal pajak, memang banyak permainan di tingkat sana, akan tetapi hal itu menjadikan kami harus mengeluarkan modal lebih banyak. Kadang, harga batu akiknya malah lebih murah daripada pajaknya,” cetusnya.

Kalau masalah bisnis, ujar dia, ini memang rahasia. “Kami saat membeli kepada para pengrajin, memang kami bilang untuk dipakai pribadi, namun sebenarnya hal itu untuk kami jual lagi,” tandas dia. Meskipun banyak investor yang tiap hari berkeliling mencari batu akik termurah, akan tetapi masih sedikit yang melakukan bisnis seperti Budi di Pekalongan. Pasalnya, kebanyakan pecinta akik di Kota Batik tersebut hanya untuk koleksi pribadi dan terbawa demam. (Red-HJ83/Foto: Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here