Kawasan Wisata Religi Perlu Kampanyekan Kerajinan Kaligrafi

0
Kerjasama dan serah terima bantuan alat program pengabdian masyarakat

Kudus, Harian Jateng – Kawasan Wisata Religi perlu mengampanyekan kerajinan kaligrafi. Kawasan wisata religi di Jawa Tengah sebenarnya sangat banyak dna beragam, maka keberadaan wisata religi di Kabupaten Kudus, Demak, dan Jepara, membawa keuntungan tersendiri bagi pemerintak daerah dan masyarakat setempat. Pasalnya, itu bisa memotivasi dan membuka peluang bisanis (usaha) produktif bagi  masyarakat.

Rina Fiati ST MCs dosen dosen Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) mengatakan dengan keberadaan kawasan wisata religi, masyarakat berpeluang mengembangkan kerajinan kreatif.

“Prospeknya sangat bagus, seperti kerajinan kaligrafi dan pigura kaligrafi,” ujarnya, Rabu (8/7/2015) di Kudus.

Di tiga kabupaten ini, yakni Kudus, Demak, dan Jepara, pengembangan kaligrafi dan pigura kaligrafi, tentu sangat menjanjikan, karena di sana bersemayam tokoh-tokoh yang selalu dikunjungi oleh masyarakat.

“Ada Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus dan Sunan Muria (Kudus), serta Syeh Siti Jenar (Kelet), Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang), Ki Gede Bangsri, dan Syeh Amir Hasan (Sunan Nyamplungan) di Karimunjawa (Jepara),” terangnya diamini Zuliyati SE MSi. Ak,  dosen Fakultas Ekonomi UMK.

Berbekal analisa terhadap prospek pengembangan kerajinan itulah, dua dosen di UMK itu melakukan aktivitas pengabdian masyarakat ‘’Iptek bagi Produk Ekspor (IbPE)’’ Kerajinan Pigura Kaligrafi di Kota Demak, Jawa Tengah.

Menurut Zuliyati, pengembangan usaha kaligrafi dan pigura kaligrafi melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini sangat menarik, sebagai upaya memajukan industri kecil di sektor suvenir (handycraft).

“Industri yang mengandalkan keahlian tangan (handmade) ini mengambil peranan yang sangat penting dalam penyerapan tenaga kerja, apalagi sektor UMKM ini mampu bertahan dari gempuran krisis ekonomi,” katanya yang bermitra dengan UD. Roza Jaya (Demak), Endah Pigura (Kudus) dan Ahkmad Kaligrafi (Jepara) sebagai mitra pengabdian.

Rina dan Zuliyati berharap, ke depan pasar ekspor kaligrafi dan pigura kaligrafi, mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. “Kerajinan ini harus dipacu agar bisa bersaing di pasar global,” Zuliyati menambahkan. (Red-HJ35/Foto: UMK).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here