Kekeringan, Satu Jam Air Dropingan Langsung Ludes

0
Warga Desa Tambahrejo Blora saat rebutan air, Senin (26/10/2015).

Blora, Harian Jateng – Musim kemarau tahun ini membawa dampak sumur di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah tidak ada airnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa harus mencari air di sumur-sumur yang masih ada airnya, termasuk di sawah-sawah.

Untuk pemerintah hampir tiap minggu, memberikan air droppingan, yang ditaruh di dalam sumur warga, salah satunya di sumur belakang Masjid Attaaqwa, Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

“Ya ini oyok-oyokan (rebutan), kalau nggak cepet ya nggak kebagian,” ujar Marni, warga Dukuh Pendem, Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora, Senin (26/10/2015).

Pemerintah sendiri, sudah memberikan bantuan air di berbagai desa di wilayah Kabupaten Blora.

Akan tetapi, menurut penuturan warga, kekeringan yang berkepanjangan tahun ini, membuat warga terpaksa harus tetap mencari air dari luar daerah untuk kebutuhan minum, mencuci piring, memasak dan juga lainnya.

“Saya sering nggak mandi, karena memang nggak ada air,” ungkap Marni.

Sementara itu, warga Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora, Lasni, mengaku tiap subuh harus mencari air dengan membawa jerigen untuk mengambil air di desa sebelah.

Pasalnya, air di sumurnya tidak lagi mengeluarkan air dan ia terpaksa harus mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau subuh sudah ngangsu (mencari air) di desa sebelah, kalau nggak subuh, ya sudah panas dan rebutan,” ujar dia kepada Harian Jateng, Senin (26/10/2015).

Untuk itu, pihaknya berharap agar segera turun hujan, karena sampai saat ini petani setempat belum bisa menanam padi. (Red-HJ44/Foto: Indra/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here