Berkunjung ke Wisata Edukasi Banyumas, Taman Baca Perahu Kertas

0
Tampak depan Taman Baca Perahu Kertas Banyumas, Kamis (5/11/2015).

Banyumas, Harian Jateng – Bagi yang suka berwisata edukasi, silahkan datang ke Taman Baca Perahu Kertas, di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut pengelola Taman Baca Perahu Kertas Banyumas, Angga Ruben Swastingga kepada Harian Jateng, Kamis (5/11/2015), mengubah selembar kertas menjadi sebuah mainan perahu kertas memang sangat mudah.

“Setiap anakpun bisa. Hal sederhana mengubah selembar kertas menjadi sebuah mainan merupakan salah satu bentuk kreatifitas paling sederhana. Keberadaan taman baca ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca maupun meminjam buku, namun juga tempat membangkitkan kreativitas anak,” ujar dia.

Perahu kertas, lanjut dia, merupakan simbol visualisasi (wujud nyata) imajinasi yang ada di benak anak-anak. Tanpa berimajinasi, mustahil selembar kertas bekas mampu berubah menjadi sebuah mainan sederhana yang menghibur.

“Bisa diibaratkan selembar kertas itu adalah impian anak-anak. Dan perahu kertas adalah impian yang terwujud. Keberadaan Taman Baca Perahu Kertas diharapkan menjadi jembatan anak-anak mewujudkan mimpi-mimpi mereka,” ungkap dia.

Setiap anak, kata dia, memang bisa membuat perahu kertas, namun ternyata tidak semua anak berani melarungkannya di sungai. Banyak pemikiran negative yang berseliweran, mulai dari takut hanyut lah, takut tenggelam lah maupun perasaan saying jika basah. Padahal tidak demikian. Setiap hasil karya harus ditampilkan, harus pula bisa dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain.

“Keberadaan Taman Baca Perahu Kertas ini diharapkan mampu membangkitkan keberanian anak untuk berkarya dan menampilkannya di depan umum. Taman Baca Perahu Kertas membawa misi menanamkan keberanian pada diri anak-anak. Berani berkarya dan berani menampilkan karya,” jelasnya.

Taman Baca Perahu Kertas berlokasi di dusun Kuthawera. Tepatnya di RT 2 RW 2 desa Pandansari Kecamatan Ajibarang. Sebuah wilayah yang masuk daerah administratif Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Taman Baca Perahu Kertas bukan merupakan perpustakaan dari kelompok atau golongan tertentu, jadi belum memiliki tempat tersendiri. Hingga saat ini, Taman Baca Perahu Kertas berada di kediaman Bapak Darsum, orang tua dari pendiri.

Keinginan untuk mendirikan sebuah perpustakan umum ada sejak saya masih berseragam putih abu-abu. Keinginan itu semakin kuat di awal 2014. Sebuah perbincangan penuh kemesraan dengan kawan lama mungkin bisa dibilang menjadi cikal-bakal keberanian untuk mewujudkan cita-cita ini.

Jika ditanya kapan Taman Baca Perahu Kertas mulai ada, lanjut dia, saya juga binggung menjawabnya. Semua mengalir begitu saja. Sejak perbincangan dengan kawan saya (pendiri Bodoisme Institute) malam itu, saya semakin berani mengayunkan langkah kecil.  Saya mulai mengumpulkan buku, mengajak sebanyak mungkin pihak untuk mendukung dengan mendonasikan buku-buku bekas yang layak baca.

“Namun jauh sebelum itu, buku-buku koleksi pribadi kerap kali saya pinjamkan ke teman atau tetangga. Jadi jika ditanya kapan Taman Baca Perahu Kertas Resmi beraktivitas, saya bingung menjawabnya. Karena memang selama ini proses pinjam-meminjam buku telah berlangsung lama. Dan sampai saya berani memajang rak di teras hingga saat ini belum ada syukuran resmi. Hehe. Jadi belum ada tanggal resmi berdirinya,” pungkas dia. (Red-HJ44/Foto: Amel/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here