Forum Perantara Jateng Beri Solusi Golput Pilwakot Semarang

0
Ahwani Ad-dakhil. dok-pribadi/Harianjateng.com.

Semarang, Harian Jateng – Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (Perantara) Jawa Tengah, memiliki solusi konkret dengan potensi golput dalam Pilwakot Semarang 2015.

“KPU Kota Semarang kan mentargetkan partisipasi pemilih cuma 71% dari total 1,13 juta pemilih,” ungkap Ahwani Ad-dakhil Ketua Umum Forum Perantara Jateng di kantornya, Senin sore (16/11/2015).

Menurut dia, KPU realistis dalam melihat kondisi masyarakat di Kota Semarang yang tidak mungkin 100 persen menggunakan hak pilihnya dalam Pilwakot Semarang 9 Desember 2015 nanti.

Dikatakannya, akar golput dalam Pilwakot adalah karena masyarakat tidak tertarik dengan pesta demokrasi tersebut.

“Sebagian warga tidak tertarik dg Pilkada, makanya wajar kalau ada golput,” beber alumnus UIN Walisongo Semarang tersebut kepada Harian Jateng.

Solusi golput Pilwakot Semarang, menurut Ahwani tidak hanya pada masyarakat namun juga penyelenggara dan peserta Pilwakot Semarang.

“KPU dan pasangan calon harus bisa meyakinkan bahwa Pilwakot sangat penting,” tegas dia.

Seperti diketahui, dalam Pilwakot Semarang 2015 ini, diikusi oleh tiga pasangan calon. Paslon nomor urut satu adalah Soemarmo HS dan Zuber Safawi (MaZu) yang diusung PKS dan PKB.

Paslon nomor urut dua adalah Hendar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu atau (Hendi-Ita) yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem dan Demokrat yang memiliki jargon Hendi Ita Bersama Rakyat (Hebat).

Sedangkan pasangan nomor urut tiga adalah Sigit Ibnugroho Sarasprono bersama Agus Sutyoso (Sibagus) yang diusung Gerindra, PAN dan Golkar.

Dikatakan Ahwani, sekarang ini yang terjadi bukan paslon yang korupsi, akan tetapi masyarakat juga korupsi. “Kalau bicara realistis ya semua realistis,” tegas dia.

Selain itu, solusinya menurut Ahwani adalah dari kita harus sudah menilai bahwa nasib bangsa ke depan amat ditentukan oleh hak politik kita.

“Kalau masyarakat apatis dengan politik justru itu bumerang. Benci boleh dengan politik karena ulah politisi, tapi tidak dengan mengabaikan hak politik. Karena itu bagian dari 3 fundamen bangsa/negara. Yakni politik, sosial dan ekonomi,” pungkas dia. (Red-HJ45/Foto: Ad/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here