PC PMII Lawan Money Politics Pilkada Wonosobo

0
Seminar Publik yang digelar PC PMII Wonosobo

Wonosobo, Harian Jateng – PC Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melawan keras kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wonosobo 2015, terutama praktik money politics atau politik uang. Pasalnya, Pilkada Wonosobo menjadi momentum untuk menentukan pemilih yang akan menentukan nasib rakyat Wonosobo.

Untuk itu, agar Pilkada Wonosobo berjalan aman, maka semua elemen diharapkan untuk berjihad melawan segala bentuk kecurangan dalam Pilkada.

M. Yusuf Ketua Umum PC PMII Kabupaten Wonosobo menegaskan bahwa pemuda menjadi pionir penting dalam menyongsong masa depan Wonosobo. Untuk itu, gerakan membangun kesadaran generasi muda untuk berfikir normal harus dibangun.

Menurut M. Yusuf, model jihad melawan kecurangan itu dengan menolak money politik. Caranya, kata dia, dengan saling memberikan pemahaman kepada kerabat dekat.

“Ikut mengawasi proses pilkada, menolak money politik dan memberikan pemahaman soal itu kepada saudara atau teman terdekat,” tutur M Yusuf setelah seminar public bertajuk “Jihad Lawan Kecurangan untuk Menciptakan Pilkada Wonosobo Aman” pada Sabtu (15/11/2015), yang berlokasi di gedung Kecamatan Mojotengah, Wonosobo.

Dalam seminar publik tersebut, mendapuk pemateri yaitu Drs. Muchotob Hamzah, M.M, dan Awaludin Ahmad, S.E, S.Hi, M.S.I. Hadir  sekitar 200 peserta, mulai dari aktivis PC PMII Wonosobo, santri pondok se Wonosobo, dan Osis se Wonosobo.

“Jangan sampai generasi muda memiliki pemikiran curang dalam menentukan nasib Wonosobo. Melihat bahwa pemuda menjadi pioner penting dalam menyongsong masa depan Wonosobo,” kata dia.

Dikatakannya, untuk membangun generasi muda yang ideal perlu dilakukan berbagai upaya penyadaran. Minimal, kata M Yusuf, hari ini membangun nalar pemuda untuk berpikir ideal bukan berpikir curang dalam setiap momen politik seperti pilkad.

“Sehingga seminar tersebut bertujuan membangun nalar pemuda untuk menjadi pribadi yang tidak mementingkan kepentingan sesaat tetapi berpikir jangka panjang,” ujar aktivis PMII tersebut.

Ia juga menilai generasi tua saat ini sudah sangat sulit untuk tidak melakukan hal yang pragmatis. Oleh karenanya, generasi muda bangkit memperbaiki keterpurukan tersebut. “Jika hari ini generasi tua sulit untuk tidak pragmatis atau materilaistis maka kita mulai dengan generasi mudanya,” tuturnya.

Tujuan dari seminar public tersebut, adalah untuk mengajak dan memberikan pemahaman kepada pemuda untuk mengawasi Pilkada Wonosobo agar tak ada kecurangan. Pasalnya, dengan ikut serta mengawasi maka Pilkada akan berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami mengantisipasi untuk memberikan pemahaman kepada pemuda untuk ikut mengawasi agar tidak ada kecurangan,” ucap dia. (Red-HJ04/Foto: Jam/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here