Asyiroh Yulia, Dosen Pendakwah Jebolan AKSI Indosiar

0
Asyiroh Yulia. dok-pribadi.

Bagi Asyiroh Yulia, menjadi dosen dan pendakwah yang menyebarkan ilmu dan ajaran kebaikan adalah pekerjaan mulia. Lulusan Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar tahun 2014 kemarin ini sekarang tidak berhenti begitu saja dalam berdakwah. Hal itu terbukti dengan pengabdiaannya di dunia pendidikan sebagai dosen.

Sejak menjadi mahasiswi di UIN Walisongo Semarang dulu (dulu IAIN), perempuan kelahiran Semarang, 31 Juli 1990 tersebut memang dikenal sebagi sosok yang egaliter.

Ia juga dikenal cerdas dan rajin, karena hal itulah lulusan program S1 Ekonomi Islam Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang tersebut bisa menikmati pundi-pundi kebahagiaan bersama keluarganya.

Menjadi Dosen Pendakwah
Sebelum menjadi dosen di STAIN Pekalongan, alumnus S2 Keuangan Perbankan Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengajar di UIN Walisongo Semarang, kemudian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dan juga Poltekkes Kemenkes Semarang.

“Saat ini bekerja di STAIN Pekalongan sebagai Dosen Keuangan dan Perbankan Syariah,” ujar istri dari M. Atiruddin tersebut kepada Harian Jateng, Kamis (17/12/2015).

Untuk di Poltekkes Kemenkes, ia juga masih aktif mengajar. Sedangkan untuk di Unwahas dan UIN Walisongo pihaknya mengaku akan resign karena faktor kesibukan.

Dikatakannya, berdakwah sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Apalagi, Asyiroh pernah menjabat sebagai Ketua IPPNU PAC Ngaliyan Kota Semarang dan aktif di bidang Kaderisasi PMII membuat jiwa pendakwahnya semakin matang.

Meskipun ia sering mengisi ceramah dan tausiyah di berbagai tempat, namun sebenarnya ia juga serius menjadi pendidik di STAIN Pekalongan.

“Setelah selesai dari Aksi Indonesiar, saya tetap lanjut dakwahnya. Karena selesai dari Aksi adalah gerbang awal,” beber dia.

Orang mulai mengenal, lanjut dia, dan kita bisa berdakwah di berbgai lapisan masyarakat hingga ke beberapa daerah.

“Di Jakarta sendiri ada manajemennya yang menaungi teman-teman AKSI. Jadi anak-anak yang tinggal di Jakarta dicariin job gitu,” jelas putri dari pasangan KH. Ahmad Tohir Chusnan dan HJ. SW. Qurrotul Uyun tersebut.

Perempuan yang suka warna kuning ini juga mengatakan, bahwa ada hal penting yang ia pegang saat terjun di dunia pendidikan.

“Kalo orientasi mengajar, aku ingin ta’lim wa ta’lum. Aku pengen ilmu yang aku punya jadi bermanfaat untuk orang banyak. Karena mengajar adalah jariah ilmu, yang amalnya tidak akan terputus,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: AY/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here