Ratusan Sarjana Unsiq Dilarang Jadi Pengangguran

0
Owner Mekar Abadi dan Owner Surya Yuda, Yudi sedang memberikan pencerahan kepada calon wisudawan di Aula Unsiq, Senin (21/12/2015).

Wonosobo, Harian Jateng – Ratusan calon sarjana Unsip Wobosobo, dilarang menjadi pengangguran. Owner Mekar Abadi, Aryadi mengajak 439 calon wisudawan Unsiq dalam acara pembekalan wisudawan di gedung Aula Unsiq, Senin (21/12/2015).

“Jadilah pengusaha, gaji bisa menentukan sendiri. Dengan menjadi pengusaha, maka akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu mengurangi pengangguran,” beber Aryadi di hadapan ratusan orang tersebut.

Menurut dia, pola pikir ingin bekerja diperusahaan atau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) mulai dibuang.

Dikatakannya, lulusan perguruan tinggi, harus memiliki cara pandang menjadi pengusaha, karena kebahagian dunia dan akhirat akan diperoleh ketika mau menggeluti dunia usaha yang nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Aryadi mengajak para calon sarjana Unsiq untuk menggeluti dunia usaha. Pasalnya, dengan menjadi pengusaha maka bisa keliling dunia.

Hadist yang mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina itu memang terbukti, kata Aryadi, karena orang Cina sangat mahir dalam berbagai bidang.

“Saya kemarin baru saja menandatangani mou sama orang cina untuk pembuatan pelet pakan ikan,” jelasnya.

Dikatakan Aryadi, sarjana lulusan Unsiq sangat tepat ketika menjadi pengusaha. Mereka akan menjadi pengusaha yang ulet, sebab sudah dibekali secara lahir dan batin.

“Saya sangat senang dengan unsiq, karena bukan lahirnya saja yang dibangun tetapi ukhrowinya juga dipenuhi dengan iman dan taqwa,” beber dia.

Sementara itu, Owner Surya Yuda, Yudi juga menambahkan, untuk menjadi pengusaha tidaklah mudah.

Harus berani untuk mengambil risiko dan memulai sesuatu dengan kejujuran. Pasalnya, modalnya pengusaha itu adalah keberanian.

“Niatnya itu berani, berani untuk memulai, jangan takut untuk gagal,” tegas dia.

Karena, lanjut dia, rasa takut akan membuat hati mengkerut, mental pengusaha itu berani. (Red-HJ99/Foto: Fathul/Harian Jateng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here