Kanker Payudara di Pemalang Mulai Dideteksi

0

Pemalang, Harian Jateng – Sebanyak 222 Bidan Desa se-kabupaten, BPJS, Dharma Wanita, IDI Pemalang mengikuti workshop yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pemalang, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Dr. Erna Nuraini, M. HLth.Sc Kepala DKK Pemalang yang diwakili oleh sekdin DKK Ir. Moh. Ali Muharom menyampaikan penyakit tidak menular semakin meningkat kejadiannya dan menimbulkan kesakitan serta serta kematian yang cukup banyak sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat khususnya penyakit Ca. Mamae dan Ca. Servick.

“Kanker Payudara dan Kanker leher rahim merupakan kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia. Dan ke dua kanker tersebut menjadi masalah satu kesehatan di Kabupaten Pemalang,” ujar dia.

Data yang ada di DKK Pemalang dari tahun 2013-2015, kata Sekdin, mengalami kenaikan dari tahun ketahun baik penderita kanker payudara maupun kangker leher rahim.

Oleh karena upaya pencegahan yang paling utama adalah mencegah dan menghindarikan masyarakat terpapar dari faktor -faktor resiko penyebab kanker, diikuti dengan penyelenggara pelayanan deteksi dini atau penapisan.

Salah seorang dokter penyaji materi  dr. Kun Sriwibowo, Sp.B menyampaikan tumor / kanker adalah benjolan yang tidak normal yang sebelumnya tidak ada jadi ada atau pertumbuhan sel yang terus menerus yang tidak terkendali.

Di Indonesia KPD nomer dua setelah Ca Cervic, 20.000 kasus baru per tahun, 50% kasus ditemukan pada stadium lanjut dantemukan pada wanita usia 40 – 50th
Di AS terjadi 92 per 100.000 wanita per tahun.

Dr. Kun juga menyampaikan klasifikasi Faktor Resiko Rendah Menarche 12 tahun Pernah menjalani HRT (Hormon replacement Therapy), Pernah operasi tumor mammae dengan jenis proliferative benign breast disease. Faktor risiko sedang, saudara kandung memiliki riwayat KPD Melahirkan anak >35th, tidak pernah melahirkan anak post menopause yang gemuk pernah menderita kanker ovarium/ endometrium, pernah operasi tumor payudara.

Faktor resiko Tinggi, wanita 45th Pernah mendapat KPD sebelumnya Riwayat keluarga, ibunya menderita KPD bilateral atau penyakit kanker lainnya dengan Prosedur Diagnostik Pemeriksaan Klinis, Keluhan di payudara/ketiak benjolan kecepatan tumbuh, rasa sakit, nipple discharge, nipple retraction dan sejak kapan, krusta pada areola, kelainan kulit : dimpling, peau de’orange, ulserasi, venectasi, perubahan warna kulit , benjolan ketiak.

Terkait dengan paparannya dr. Kun juga memberikan Follow up; tahun 1 dan 2, kontrol satu bulan, tahun ke 2 kontrol tiap 2 bulan, tahun 3s/d 5: kontrol tiap 3 bulan, setelah tahun 5: kontrol tiap 6 bulan dan pemeriksaan fisik : tiap kali kontrol, Thorax foto: tiap 6 bulan, Lab,marker: tiap 2-3 bulan, MCA ( Mucin-ike carsinoma assosiated antigen, N < 11 U/ml) CA 15-3,N <30 U/ml Mamografi kontra lateral: tiap tahun atau ada indikasi, USG abdomen/lever: tiap 6 bulan atau ada     indikasi, Bone scanning : tiap 2 tahun atau ada     indikasi. Disamping itu  juga disampaikan cara pemeriksaan klinis payudara, Sadari Alur Penatalaksaan Tumor Payudara di RSUD M Ashari. (Red-H99/JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here