Fitri Septianto, Buat Karya Lukisan Fenomenal Bermodal Pensil

0
Contoh hasil karya Fitri Septianto Arief.

Banyak hasil karya pemuda di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang perlu diketahui dunia. Salah satunya, Fitri Septianto Arief (38) dari Kelurahan Kutabanjarnegara, tepatnya di Jalan Selamanik No. 34 Rt. 02/03 (Kauman Kulon), Banjarnegara telah membuktikan dengan membuat karya lukisan fenomenal menggunakan pensil warna tanpa tambahan alat lain secara otodidak.

Seiring dengan perkembangan jaman yang begitu cepat, banyak di antara kita yang sudah mulai meninggalkan pensil untuk melukis dengan hasil yang maksimal. Namun siapa sangka  alat yang begitu sederhana ini jika dipegang oleh seniman lukis professional bisa menghasilkan karya yang menakjubkan.

Ditemui penulis di tempat ia beraktifitas, Anto demikian panggilan akrabnya sedang melakukan hobinya menggambar seorang artis di atas media kanvas yang merupakan pesanan dari kolektor lukisan pensil.

Jemari tangan kanan Anto memegang pensil warna merah sambil sesekali bola matanya melirik ke gambar yang ada di HP Androidnya. Saya memang hobi menggambar wajah orang sejak masih usia muda, tetapi orang tua tidak memperbolehkan dengan alasan tertentu.

Namun sejak sekitar tiga tahun terakhir ini saya lebih memfokuskan hobinya yang diawali dengan sebuah lukisan portrait milik seorang teman dari daerah Yogyakarta. Waktu itu Anto mendapat imbalan Rp 250.000,- katanya sambil terus mengayunkan pensilnnya ke selembar canvas.

Goresan pencil warna di atas kanvas berukuran 70 x 100 cm yang sedang di kerjakan waktu itu sungguh berkarakter. Detail wajah mulai dari bagian rambut, mata, alis, hidung hingga bibir nyaris tak ada bedanya, sehingga menimbulkan decak kagum bagi siapa saja yang melihatnya.

Lelaki kelahiran 38 tahun lalu yang merupakan lulusan STMIK Widya Utama Purwokerto jurusan Teknologi Informatika, hingga kini sudah berhasil senyelesaikan sekitar 350 lukisan yang semuanya adalah pesanan. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan pesanan dari luar daerah bahkan pernah menerima pesanan dari orang asli Malaysia.

Koleksi yang masih ada di galeri saat ini tinggal lukisan Bima, Candi Dieng, Perahu Layar, Pedagang Dawet Ayu dan beberapa lukisan kecil lainnya. Alhamdulillah istrinya Imroatun (26) yang masih kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Unwiku Purwokerto sangat mendukung dan sekaligus dipercaya sebagai bagian pemasaran,

Menyinggung tentang harga lukisan hasil karyanya, Anto yang sudah memiliki dua orang anak yang masih kecil itu menuturkan relatif sangat murah yakni antara Rp 250.000,- hingga Rp 1.500.000 tergantung ukuran besar kecilnya. Terakhir lukisan berukuran 70 cm x 100 cm ia mematok harga Rp 800.000,- belum termasuk pigora yang selesai dikerjakan selama dua hari.

Fitri Septianto Arief yang karya lukisannya selalu mendapat perhatian bagi siapa saja yang melihatnya mengaku sering kebingungan lantaran jumlah pesanan yang terus mengalir. Sampai tulisan ini diturunkan masih terdapat 21 pesanan yang terpaksa harus mengantri, ucapnya.

Cita-cita yang selama ini masih terselip di benak hatinya adalah ingin mengadakan pameran tunggal tetapi belum ada EO yang menawarkan hasrat itu, ucap Fitri Septianto Arief mengakhiri perbincangannya. CP. Pin BB 263ef735,Wa 082226624515. (Red-HJ99).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here