Banyumas Gagas Pendidikan Inklusi

0
Ilustrasi
Purwokerto, Harian Jateng – Rencana Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang akan mendeklarasikan pendidikan inklusi merupakan langkah maju dalam dunia pendidikan di Banyumas, kata Sekretaris Komisi D DPRD Banyumas Yoga Sugama.

         “Saya sangat apresiasi terhadap program tersebut karena pendidikan adalah hak warga negara yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, pendidikan adalah hak asasi manusia dan kebutuhan setiap insan manusia,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (22/4/2016).

         Menurut dia, pendidikan inklusi telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009.

         Ia mengatakan bahwa tujuan utama dari pendidikan inklusi di antaranya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan serta kemampuannya.

         “Dengan diterapkannya pendidikan inklusi di Banyumas, ke depan pendidikan di Banyumas tidak ada diskriminasi, tidak ada ejekan, dan tidak meremehkan peserta didik yang merupakan anak berkebutuhan khusus,” katanya.

         Kendati demikian, dia mengatakan bahwa konsekuensi dari penerapan pendidikan inklusi adalah sekolah-sekolah harus dilengkapi dengan guru pembimbing khusus dan sarana-prasarana yang dapat diakses oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

         Selain itu, kata dia, Pemkab Banyumas juga harus menyiapkan regulasi dan memberi pemahaman kepada semua pemangku kepentingan pendidikan di sekolah reguler.

         “Hal tersebut penting dilakukan agar antara anak-anak berkebutuhan khusus dan masyarakat bisa belajar saling menyesuaikan diri dan menerima satu sama lain,” katanya.

         Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Purwadi Santosa mengatakan bahwa pendidikan inklusi di Kabupaten Banyumas sebenarnya sudah diselenggarakan jauh hari sebelum pemerintah menggalakkannya.

         Menurut dia, hingga saat ini di Kabupaten Banyumas sudah ada sekitar 50 sekolah negeri maupun swasta yang mengadakan pendidikan inklusi.

         Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melaporkan pendidikan inklusi tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga mendapat rekomendasi untuk mendeklarasikannya pada tahun 2016.

         “Nantinya, Banyumas akan mendapat alokasi anggaran dari Kemendikbud yang dapat digunakan untuk menyiapkan tenaga pengajar pendidikan inklusi,” katanya. (Red-HJ99/Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here