Pencegah Narkoba Pertama adalah Keluarga!

0
Ilustrasi

Semarang, Harian Jateng – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti menegaskan keluarga menjadi gerbang pertama mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

“Terus terang, saya prihatin sekali dengan kian maraknya penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan remaja,” kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Detty itu, di Semarang, Sabtu (23/4/2016).

Ia mengakui pergaulan remaja sekarang ini memang rawan terpengaruh dengan penyalahgunaan narkoba sehingga peran keluarga sangat dibutuhkan, khususnya ibu dalam membimbing anak-anaknya.

Detty menyarankan kalangan orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam bergaul agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang kurang baik sehingga mereka bisa menggapai impian dan cita-citanya.

“Perlu setiap minggu, setidaknya untuk mengecek tas yang dipakai anak-anaknya bersekolah. Apa ada barang-barang yang tidak semestinya. Teman-teman sepergaulannya juga dipantau,” katanya.

Dari keprihatinannya terhadap kian maraknya penyalahgunaan narkoba, ia terdorong untuk memberikan penyuluhan narkoba kepada kalangan kadernya dalam kegiatan reses atau serap aspirasinya.

Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan kepolisian, Detty menggelar penyuluhan narkoba bersamaan resesnya, di GOR Manunggal Jati Semarang, Jumat (22/4).

“Tahun lalu, ada ibu-ibu kader saya yang ‘curhat’ anaknya kena narkoba. Padahal, baru lulus madrasah tsanawiyah (MTs). Ternyata, anak ini mulai kenal narkoba pas pesta kelulusan,” katanya.

Maka dari itu, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang itu langsung mengontak Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin agar memperketat pengawasan anak-anak sekolah saat perayaan kelulusan.

“Peran sekolah juga penting. Sekolah harus lebih intens memberikan penyuluhan kepada anak-anak agar mereka paham berbahayanya narkoba. Kasihan dengan masa depan mereka kelak,” katanya.

Selain itu, Detty mengharapkan kepolisian bisa memberikan kesempatan bagi pemakai narkoba yang tertangkap tangan untuk direhabilitasi dan bukan dihukum, berbeda dengan pengedar narkoba.

“Yang terpenting, penguatan keimanan dan agama. Bagaimanapun juga, mereka yang sudah memiliki pondasi agama yang kuat biasanya akan lebih kuat, tidak mudah terpengaruh yang kurang baik,” pungkasnya. (Red-HJ99/Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here