Nusantara Mengaji Digeruduk Ribuan Orang

0
Ilustrasi

Kudus, Harian Jateng Gerakan nusantara mengaji yang digelar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, melibatkan 1.450-an orang yang mengikuti khataman Al Quran secara serempak yang tersebar di belasan lokasi.

Anggota Kordinator Nasional Gerakan Nusantara Mengaji Fathan Subchi di Kudus, Sabtu, mengatakan khataman Al Quran yang melibatkan 1.450 orang santri maupun warga Kudus itu digelar di 14 pondok pesantren di Kudus.

Mayoritas pesertanya, kata dia, merupakan santri, meskipun ada pula masyarakat umum yang ikut serta mengikuti khataman Alquran di pondok pesantren yang ditunjuk yang dimulai hari Sabtu (7/5/2016) pukul 19.30 WIB sampai Minggu (8/5/2016) pukul 18.00 WIB.

Peserta yang mencapai 1.450 orang tersebut, kata dia, sudah melampaui target karena awalnya hanya diprediksi 1.200-an orang yang bakal terlibat.

Untuk peserta secara total seluruh Tanah Air, kata dia, bisa mencapai ratusan ribu peserta.

Bahkan, kata dia, peserta yang mendaftar secara “online” juga banyak, meskipun membaca Alqurannya tidak harus serempak pada jam yang sama.

“Bagi yang sudah mahir atau khatam Alquran tentunya bisa membaca lebih dari satu juz,” ujarnya.

Dari belasan tempat khataman Alquran tersebut, kata dia, Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an sekaligus menjadi tempat untuk digelarnya teleconferen dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar yang menggagas Gerakan Nusantara Mengaji yang juga membuka acara serupa di Alun-Alun Jember, Jawa Timur, sebagai lokasi pemusatan kegiatan pembukaan hari Sabtu (7/5/2016).

Ia menegaskan, gerakan nusantara mengaji tidak terkait dengan kegiatan politik karena yang terlibat di dalamnya dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut, kata dia, selain menjadi ajang ibadah juga salah satu upaya bersama untuk mendoakan agar bangsa ini terbebas dari krisis ekonomi maupun permasalahan yang bisa berdampak pada kehidupan masyarakat.

Apalagi, kata dia, pertumbuhan ekonomi saat ini cenderung melambat, sehingga selain upaya mengatasi agar tidak berdampak buruk terhadap kondisi perekonomian nasional juga perlu berdoa bersama agar permasalahan yang muncul segera terlewati. (Red-HJ99/Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here