Ella Thea, Bangun Jiwa Percaya Diri Lewat Modelling

0
Ella Thea

Bagi Ella Thea, membangun percaya diri atau PD dalam menjalankan kehidupan sehari-hari memang gampang-gampang susah. Apalagi, hal itu dilakukan di depan kamera dan dituntut untuk tampil prima.

Tidak heran, perempuan pemilik nama lengkap Siti Nur Lela yang akrab dipanggil Ella atau Ella Thea ini menekuni dunia modelling juga dalam rangka membangun kepercayaan diri. Sebab, dikatakan dia, selain mendapatkan teman dan relasi, menekuni dunia modelling juga mengasah jiwa PD.

“Saya terjun ke dunia modeling sekitar awal tahun 2015. Menurut aku si ya seru-seru saja. Dunia modeling itu asyik saat bisa bertemu banyak orang. Kalau saya lebih fokus ke model aja soalnya kalau catwalk taj cocok tinggi aku kurang cuma 157,” beber Ella Thea kepada Harianjateng.com, Selasa (10/5/2016).

Bangun Kepercayaan Diri
Perempuan berparas cantik kelahiran Subang, Jawa barat, 17 Desember 1995 ini menandaskan, ia terjun ke modelling berawal dari hobi foto. “Kalau aku lebih ke hobi si belum pernah ikutan event, karena masih belum percaya diri,” beber dia.

Kalau buat para pemula ya, lanjut dia, lebih harus percaya diri saja. “Karena awal-awal saya saja canggung dan ga PD. Tapi lama-lama menurut fotografer Enterprize, pertama saya yang mengajak saya belajar dunia modeling, jadi harus percaya diri saja,” beber dia.

Dijelaskannya, model yang sukses adalah model yang mampu menghasilkan karya-karya pose terbaiknya, tanpa menimbulkan pikiran negatif dari orang orang sekitarnya.

Dijelaskan dia, untuk membangun jiwa yang percaya diri, seorang model juga harus memiliki motivator, salah satunya juga dari kalangan model atau artis.

“Aku terinspirasi oleh Tika Kaunang. Kakak cantik itu aku suka,” beber dia.

Ia juga menandaskan, bahwa sebenarnya peran model dan photografer sangat membantu untuk promosi wisata suatu daerah. “Kalau model dan fotografer lebih ke moment yang ditonjolkan dari setiap event hunting yang mereka hasilkan, seperti memilih lokasi lokasi yang bisa dikunjungi nantinya oleh penikmat hasil foto tersebut,” kata dia.

Meskipun memiliki bodi yang bagus, namun gadis ini mengaku bahwa untuk melakukan foto nude, tidak hanya sekadar seksi, namun juga membuat kesan menarik kepada publik.

“Nude saya pernah sekali, tapi ya nude itu nggak harus hanya sekadar modal agak seksi ya, tapi harus berpose juga agar lebih menarik, dan buat penjelasan ke publik bergantung bagaimana mereka melihat dengan mata seni atau mata jorok,” tegas dia.

Selain itu, dunia modelling yang makin dinamis, bagi Ella juga sangat cocok untuk promosi wisata suatu daerah, salah satunya wisata Kota Semarang. “Promosi wisata lewat fhotografi juga berpengaruh lah, untuk ke depan lokasi lokasi yang indah dapat di tonjolkan lewat hasil karya fhotografernya juga,” beber dia.

Kalau untuk di Semarang, katanya kepada Harian Jateng, ya sangat wajib dipopularkan. “Seperti wisata Hutan Tinjomoyo, di sana banyak lokasi-lokasi keren untuk pemotretan. Kemudian Taman Maerakaca, dan Lawang Sewu sebagai pusat dari Kota Semarang sendiri,” papar dia.

Meskipun ia sibuk kerja, namun ia juga menyempatkan untuk bisa hunting di kala ada waktu lenggang. “Kebetulan saya hanya ikutan motret-motret di kala libur kerja saya tidak terlalu aktif juga. Kalau harapan ke depan aku si lebih fokus ke seadanya. Jika ada rezeki di dunia modeling ya dijalani saja. Mau jadi artis atau apapaun disyukuri aja,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: Ella).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here