Nelayan Diminta Tinggalkan Cantrang, Mengapa?

6
Ilustrasi

Semarang, Harian Jateng – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap nelayan segera meninggalkan alat tangkap cantrang karena tidak ramah lingkungan.

“Ada alternatif alat tangkap lain yang bisa digunakan sehingga proses penangkapan akan lebih baik,” kata Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Saut P Hutagalung di Semarang, Selasa (17/5/2016).

Menurut dia, hingga saat ini masih banyak yang menggunakan cantrang karena menyangkut penyelesaian perkreditan perbankan.

“Kaitannya dengan penyelesaian kredit ini sedang didata oleh Pemprov dan Pemkab/Pemkot. Kami akan ke bank pelaksananya agar bisa di’reschedule’,” katanya.

Pihaknya memastikan, untuk pembiayaan alat tangkap lainnya tetap bisa difasilitasi.

Dalam hal ini, Pemerintah secara bertahap juga ada program bantuan sebanyak 16.000 alat tangkap pengadaan yang dibagikan kepada para nelayan.

“Alat tangkap ini yang kategori ramah lingkungan. Tujuannya adalah kami ingin alat tangkap tidak ramah lingkungan cepat beralih. Diharapkan, Pemda juga bisa melakukan hal yang sama,” katanya.

Untuk daftar calon penerima alat tangkap ramah lingkungan ini akan diumumkan pada minggu ini.

Sementara itu, selain alat tangkap ramah lingkungan, wujud lain perhatian dari Pemerintah kepada nelayan yaitu melalui bantuan kapal sebanyak 3.500 kapal.

“Untuk distribusinya diharapkan dapat selesai di tahun ini,” katanya. (Red-HJ99/Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here