Pemrov Jateng Buat Tim Pengecek Jalur Mudik

0
Ganjar Pranowo (tengah).

Semarang, Harianjateng.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk tim untuk mengecek kesiapan jalur-jalur mudik di ruas jalan yang menjadi wewenangnya sebagai upaya memberikan jaminan keamanan serta kenyamanan bagi pemudik.

“Hari ini tim sudah berjalan mengecek ruas jalan sepanjang 2.000 kilometer yang menjadi wewenang Pemprov Jateng,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (16/6/2016).

Menurut Ganjar, tim yang dibentuk tersebut dibagi menjadi beberapa tim yang masing-masing tim akan mengecek kondisi jalan sepanjang 200 km.

“Kondisi jalan dicek semua, sudah jadi apa belum, yang rusak di sebelah mana, lampu penerangan dan markanya bagaimana, intinya soal kesiapan (jalur mudik),” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Ganjar menjelaskan bahwa secara umum, ruas jalan di Jateng, baik di jalur utama maupun jalur alternatif telah siap dilalui para pemudik pada Lebaran tahun ini.

“Dishubkominfo telah menyiapkan jalur-jalur alternatif, Polri siap mengamankan, dan pengerjaan perbaikan jalan akan dihentikan pada H-10 lebaran apapun kondisinya,” katanya.

Kendati demikian, para pemudik tetap harus mewaspadai titik-titik yang diprediksi terjadi kemacetan akibat beberapa faktor seperti meningkatnya volume kepadatan kendaraan yang melintas dan kondisi jalan.

Berdasarkan data dari Dinas Bina Marga Jawa Tengah, terdapat sepuluh titik di Jateng yang rawan terjadi kemacetan akibat berbagai faktor.

Ke-10 titik rawan kemacetan itu adalah jalur pantura di Kabupaten Tegal karena ada proyek penggantian Jembatan Sungai Pah, proyek penggantian Jembatan Sipait di Kabupaten Pekalongan yang ke arah Semarang, potensi beda tinggi di Weleri-Patean dan Parakan-Patean di Kabupaten Kendal, banjir rob di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, serta perbaikan jembatan Gelandangan di Kabupaten Blora.

Di wilayah tengah, titik kemacetan yang wajib diwaspadai adalah potensi beda tinggi Salatiga-Kedungjati di Kabupaten Semarang, potensi beda tinggi Magelang-Jrakah-Boyolali di wilayah Kabupaten Magelang, serta Boyolali.

Kemudian, di wilayah selatan, titik rawan kemacetan yang perlu diwaspadai adalah perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Kebumen dan Cilacap, serta potensi beda tinggi di Klampok, Kabupaten Purbalingga. (Red-HJ99/Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here