Gus Bab Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di UMK

2
KH. Ulil Albab memimpin pembacaan tahlil dalam peringatan nuzuluil qur’an di UMK.

Kudus, Harianjateng.com – Kiai kharismatik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an, KH. Ulil Albab Arwani hadir dalam peringatan nuzulul qur’an yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK) pada Kamis malam (23/6/2016).

Kehadiran Gus Bab, sapaan akrabnya, di tengah-tengah sivitas akademika pada peringatan nuzulul qur’an yang digelar di Masjid Darul Ilmi, ini pun menarik para sivitas untuk mengikuti kegiatan tersebut hingga rampung.

Pada kesempatan itu, Gus Bab didaulat olah panitia untuk memimpin tahlil dan do’a usai tausiyah yang disampaikan oleh KH. Nur Hamim LC. PGD., yang tak lain merupakan salah satu santri KH. Ulil Albab Arwani saat belajar di Madrasah  Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS).

‘’Terima kasih saya sampaikan kepada KH. Ulil Albab Arwani yang telah meluangkan waktunya dan berkenan hadir di tengah-tengah kesibukannya dalam peringatan nuzulul qur’an di UMK ini,’’ ujar Rektor UMK, Dr. Suparnyo SH. MS.

Di depan KH. Ulil Albab Arwani dan sivitas akademika UMK yang hadir, Suparnyo menyampaikan, mulai Ramadhan 1437 H. ini, shalat tarawih bersama warga sekitar ada yang berbeda. ‘’Mulai Ramadhan tahun ini, merespons masukan berbagai pihak, tarawih dengan bacaan al-qur’an 1 juz setiap malam,’’ terangnya.

Selain itu, beragam kegiatan lain juga digelar selama Ramadhan di UMK, baik oleh Yayasan Pembina (YP.) UMK, pihak universitas, takmir Masjid Darul Ilmi dan di-support oleh UKM Formi (Forum Mahasiswa Islam). ‘’Dalam rangka nuzulul qur’an, UMK juga memperingatinya setiap tahun. Harapannya, al-qur’an menjadi pedoman bagi kita dalam hidup di tengah-tengah masyarakat,’’ ujarnya.

KH. Nur Hamim dalam tausiyahnya mengutarakan, peringatan hari-hari besar termasuk nuzulul qur’an, sangatlah penting untuk dilestarikan. ‘’Peringatan hari besar, bisa menjadi salah satu media meningkatkan kualitas diri,’’ katanya.

Dia mengemukakan, al-qur’an diturunkan adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia. ‘’Bagaimana agar al-qur’an bisa jadi petunjuk? Sebagai umat Islam harus punya al-qur’an dulu, lalu mau membacanya dan mengkajinya, sehingga mendapatkan pengetahuan dari kitab suci umat Islam itu,’’ jelasnya.

Sementara itu, sebelum peringatan nuzulul qur’an, Kamis sore, pihak YP. UMK memberikan santunan kepada 218 anak yatim dari 20 panti asuhan yang ada di Kabupaten Kudus. Mereka antara lain dari Panti Asuhan Melati, Darul Hadlonah, Ponpes Al-Aqsha, Sirojul Hannan, Darul Muntamah, dan Ma’had Aitam.

Selain santunan, digelar pula aneka lomba untuk anak-anak yatim dan anak-anak panti asuhan tersebut. Beragam lomba yang digelar, antara lain Pildacil, kaligrafi, fashion show, dan puisi religi. Dan sebelum buka puasa bersama, acara santunan ditutup dengan mauidhah dengan menghadirkan ustadz Fathoni. (Red-HJ99).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here