Waode Rahayu, Sukses Jalani Modelling

5
Waode Rahayu

Bagi perempuan yang akrab disapa Waode Rahayu atau Rara Waode, menekuni dunia modelling menjadi hal yang paling menyenangkan. Tidak heran, dunia foto-foto tersebut ia jalani sejak SMP dan sampai detik ini ia pun masih menikmati karir menjadi seorang model.

“Sejak SMP kelas dua usia, 14 tahun. Jadi waktu itu saya memang sudah suka foto-foto tapi di studio. Dan waktu saya foto di salah satu  mall di studio Surabaya, yang punya studio bilang ‘mbak mau tidak saya foto mbaknya tidak usa bayar tapi kami butuh file mbak buat dipajang di studio kami’. Nah hasil dari foto studio tersebut saya upload ke medsos FB waktu itu zaman-zaman awal Facebook lagi rame-ramenya. sampai seorang photografer ngajak saya hunting 3 kali dan banyak yang hanggap saya model sejak saat itu,” jelas perempuan cantik kelahiran Tarakan 21 Juni 1996 kepada Harianjateng.com, Rabu (20/7/2016).

Sukses di Modelling
Namun, lanjut dia, saya merasa ini cuma hobi biasa saja. “Sampai saya ditawari untuk jadi model di acara workshop seorang fotografer, dan saat itu saya dibayar untuk pertama kalinya jadi ngerasa model beneran. Sejak itu saya sering menerima job-job foto privat atau event,” ujar dia.

Sampai saya SMA kelas 2, lanjut dia, saya ikut pemilihan duta pariwisata Kota Probolinggo, karena saya SMA di SMAK Mater Dei Probolinggo. “Dan saya masuk jadi finalis hingga masuk ke 5 besar. Di Kota Probolinggo tahun 2012, setelah itu saya kurang aktif di dunia modeling karena saya mau fokus untuk mengahadapi UN di kelas 3 nanti. Lumayan lama lah saya off di dunia modeling sampai saya kuliah di Malang lagi dan seorang fotografer di Malang merekrut saya untuk masuk ke agency beliau,” beber perempuan cantik yang beralamat di Margo Utomo Malang tersebut.

Akhirnya, lanjut dia, saya masuk dan sering ikut-ikut event. “Namun karena saya sibuk kuliah juga dan saya lebih nyaman untuk freelance, akhirnya saya pamit untuk keluar dari agency tersebut dan kembali freelance hingga saat ini,” ungkap gadis cantik tersebut.

Sukses Jadi Foto Model
Sampai detik ini, Rara sendiri pun mengatakan bahwa ia sudah melakukan pemotretan di sejumlah daerah. “Di Kalimantan, Surabaya, Malang, Probolinggo, Bondowoso, Bali. Yang paling berkesan itu pas saya pertama kali jadi model photo workshop di Probolinggo, karena itu pertama kali saya harus berpose di depan banyak banget fotografer, namun saya lupa siapa yang menjadi GS saat itu. Yang jelas saya berterima kasih banyak sama fotografer-fotografer Kota Probolinggo yang banyak bantu saya belajar tentang foto model,” jelas dia.

Dijelaskan dia, sampai detik ini hanya fokus pada foto model dan belum tergode mengikuti pemotretan nude art. “Saya lebih fokus ke foto model. Alhamdulillah sih saya tidak pernah menerima job nude , lingere atau toples. Menurut saya tentang nude art. bukanya saya tidak pro sama nude art, menurut saya kurang masuk untuk budaya Indonesia. Karena kita tau sendiri di Indonesia didominasi orang muslim. dan banyak masyarakat juga yang susah membedakan antara seni dan pornografi,” ungkap dia.

Jadi, lanjut dia, jatuhnya seorang yang sebenarnya ingin berkarya malah dibilang pornografi. “Dan untuk saya sendiri menghindari konsep-konsep foto seksi seperti itu karena selain menjaga nama baik keluarga saya, menurut saya untuk mengahasilkan karya kita tak perlu berkonsep seksi,” imbuh dia.

Dikarenakan masih jarang yang mengetahui seni dalam modelling, maka masih banyak publik yang menilai negatif seni nude itu sendiri. “Nah itu dia yang susah kita lakukan di Indonesia, karena kurangnya pengetahuan masyarakat, jadi agak susah meluruskan stigma negatif tentang nude art terutama di Indonesia. Jadi lebih baik menghindari saja,” beber dia.

Saat ini, kata dia, masih fokus kuliah karena mau ngejar cita-cita sesungguhnya. “Untuk dunia modeling hanya saya hanggap hobi yang mengahasilkan,” ungkap dia.

Harapan di tahun ini, lanjut dia, kuliah lancar, dan cepet lulus. biar bisa lanjut S2. (Red-HJ99/Foto: Rara).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here