Potensi Perikanan di Cilacap Harus Dikembangkan

0

Cilacap, Harianateng.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto mengharapkan sektor perikanan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dapat lebih dikembangkan.

“Berdasarkan data yang namanya pelabuhan perikanan di Indonesia ada 850, yang aktif itu ada sekitar 500 dan yang kelasnya samudra itu cuma enam termasuk di Cilacap ini,” kata Kepala KPw BI Purwokerto Ramdan Denny Prakoso di Cilacap, Jumat (22/7/2016).

Denny mengatakan hal itu di sela-sela kegiatan “Focus Group Discussion (FGD)” yang membahas perkembangan sektor kemaritiman di Kabupaten Cilacap.

Dengan keberadaan pelabuhan perikanan samudra itu, kata dia, pihaknya melihat sektor perikanan di Kabupaten Cilacap berpotensi untuk lebih baik lagi dibanding kondisi saat ini.

Menurut dia, berdasarkan komunikasi yang dilakukan KPw BI Purwokerto dengan beberapa pelaku perikanan di Cilacap, ada kecenderungan hasil produksi perikanan di kabupaten itu menurun.

“Kemudian juga ada kecenderungan bahwa yang suplai ‘raw material’ atau ikan itu tidak dari Cilacap tetapi dari daerah lain. Nah ini yang kita ingin industri perikanan di Cilacap lebih dikembangkan lagi karena potensinya besar,” katanya.

Terkait hal itu, dia mengatakan pihaknya akan membawa hasil FGD mengenai perkembangan sektor kemaritiman di Cilacap tersebut ke Rapat Evaluasi Ekonomi dan Keuangan Daerah (Rekda) di Batam, Kepulauan Riau, pada bulan Agustus 2016.

Dalam hal ini, kata dia, Bank Indonesia secara berkala setiap tiga bulan akan memberikan pandangan dan rekomendasinya kepada pemerintah terkait dengan topik-topik yang krusial dan strategis.

“Jadi yang sudah dilaksanakan itu mengenai industri pariwisata, infrastruktur, dan pertanian. Rencananya pada pertengahan bulan Agustus, Bank Indonesia akan mengundang beberapa menteri dalam Rapat Evaluasi Ekonomi dan Keuangan Daerah atau Rekda di Batam,” jelasnya.

Sebelum rapat tersebut, kata dia, Bank Indonesia di manapun berada akan melakukan FGD untuk menghimpun data dan informasi dari pelaku, baik individu, organisasi, swasta, maupun pemerintah, yang selanjutnya disimpulkan apa permasalahannya.

“Minggu depan, hasil ini akan kita bawa ke Semarang. Nanti di Semarang akan berkumpul Bank Indonesia se-Jawa yang sudah melakukan hal yang sama dan kita akan mencoba untuk menyimpulkan apa rekomendasi untuk Jawa,” katanya.

Dalam pertemuan di Semarang, kata dia, Bank Indonesia akan menghadirkan pakar kemaritiman yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rohimin Dahuri sebagai narasumber.

Menurut dia, hasil pertemuan di Semarang tersebut selanjutnya akan dibawa ke kegiatan Rekda di Batam. (Red-HJ99/Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here