Unik, Warga Magelang Lepas Ikan Rayakan HUT RI ke 71

0
Pelepasan ikan di Kali Kota menandai peringatan HUT Ke-71 RI dalam kemasan Festival Kali Kota di Kampung Potrosaran, Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang, Sabtu (13/8/2016). (Hari Atmoko/dokumen).

Magelang, Harianjateng.com – Masyarakat Kampung Potrosaran, Kota Magelang, Jawa Tengah, melepas ikan di alur Kali Kota dan sejumlah sungai lainnya di daerah setempat dalam rangka memperingati HUT Ke-71 RI dan sekaligus wujud komitmen mereka melestarikan lingkungan sungai.

Kegiatan mereka yang digarap oleh pemimpin Padepokan Gunung Tidar Kota Magelang Es Wibowo melalui Festival Kali Kota 2016 di Magelang, Sabtu (13/8/2016), juga melibatkan puluhan santri dari Pondok Pesantren Selamat Kampung Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dan beberapa mahasiswa setempat.

Pelepasan ikan secara simbolis di Kali Kota yang sodetan sungai Manggis,melewati tengah Kota Magelang itu, dimulai dengan kirab budaya dengan berjalan kaki dan membawa tandu berisi ikan, melewati jalan kampung setempat.

Ikan dilepas di kali tersebut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Selamat Kampung Jambewangi K.H. Abdul Rosyid Ahmad, pimpinan Padepokan Gunung Tidar yang juga penyair Kota Magelang Es Wibowo, dan seorang warga yang mengenakan pakaian wayang sebagai tokoh Angka Wijaya (Panglima Zufar Wibowo).

Ketua RT03/RW01 Kampung Potrosaran, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara Habibur mengatakan kegiatan tersebut sebagai tahun kedua atas Festival Kali Kota di kampungnya yang antara lain ditandai dengan pelepasan ikan ke sungai.

“Kali ini ada sekitar 30 kilogram ikan lele, atau sekitar 500 ekor yang kami lepas, sebagai tanda upaya kami turut melestarikan lingkungan sungai,” ujarnya.

Pihaknya secara swadaya menyediakan ikan dan kemudian melepaskannya di sejumlah aliran sungai di Kota Magelang dan sekitarnya, antara lain Kali Kota, Kali Manggis, Kali Elo, Kali Bening, dan Kali Progo.

“Untuk berbagai kepada masyarakat lainnya, supaya ikan bisa dimanfaatkan. Kalau umumnya warga mencari ikan dengan memancing dan menjaring. Kami swadaya membeli ikan kemudian melepaskan di sejumlah sungai,” ujarnya.

Saat Festival Kali Kota 2015, masyarakat setempat juga melepaskan sekitar 500 ekor berbagai jenis ikan di sungai setempat. (Red-HJ99/ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here