Walikota Magelang Haramkan Calon Haji “Kemrungsung” dan Bawa Sambel

15
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kiri) menyalami para calon haji asal daerah setempat saat pamitan di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Selasa (23/8/2016). (Anggit Pamungkas/Humas Pemkot Magelang).

Magelang, Harianjateng.com – Sebanyak 160 calon haji dari Kota Magelang berpamitan dengan Wali Kota Sigit Widyonindito terkait dengan rencana keberangkatan mereka ke Tanah Suci melalui Embarkasi Surakarta pada Rabu (31/8/2016).

Mereka diterima dalam acara itu oleh Wali Kota Sigit Widyonindito didampingi Wakil Wali Kota Windarti Agustina dan sejumlah pejabat pemkot setempat lainnya di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang di Magelang, Selasa.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengharapkan mereka bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan pulang ke Kota Magelang sebagai haji yang mabrur.

“‘Nggak’ usah ‘kemrungsung’ (tergesa-gesa,red.), ‘nggak’ usah bawa sambel. Di sana lengkap, ada semua. Niatnya ibadah. Saya titip doa agar Kota Magelang makin maju, kondusif, dan sejahtera,” katanya.

Rencananya, mereka diberangkatkan dari Masjid Agung Kauman Kota Magelang menuju Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali pada Selasa (30/8/2016), sedangkan sehari kemudian berangkat ke Tanah Suci.

Saat keberangkatan menuju Tanah Suci, mereka tergabung dalam Kelompok Terbang 59, bersama jamaah calon haji asal Kabupaten Magelang 99 orang dan Kabupaten Wonosobo 98 orang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang Suroso mengatakan jamaah calon haji asal kota setempat itu, terdiri atas 69 laki-laki dan 91 perempuan. Usia termuda 29 tahun bernama Deviani, sedangkan usia tertua 82 tahun bernama Sundiyawati.

“Dari 160 calon haji tersebut, 39 jamaah mutasi dari Kabupaten Magelang, kemudian dua jamaah dari Manado dan seorang jamaah mutasi ke Kabupaten Magelang. Mereka melakukan mutasi dengan alasan gabung saudara atau pindah tugas,” katanya.

Ia menjelaskan mereka rencananya tiba di Mekkah pada 1 September 2016 dan kembali ke Kota Magelang pada 11 Oktober 2016. Mereka rencananya mendapatkan pemondokan di Jarwal.

Pemkot Magelang, ujarnya, menyediakan fasilitas gratis, berupa bus, koper, acara pamitan, dan pelepasan jamaah. (Red-HJ99/hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here