STIBI Syekh Jangkung Pati, Satu-satunya Kampus Budaya Islam di Indonesia

1
Saifudin MSi pendiri STIBI Syekh Jankung Pati, Jawa Tengah,

Pati, Harianjateng.com – Sekolah Tinggi Ilmu Budaya (STIBI) Syekh Jangkung Pati, menjadi satu-satunya kampus budaya Islam di Indonesia. Sebab, selama ini banyak jurusan tentang sejarah dan kebudayaan Islam, namun masih sedikit bahkan tidak ada kampus yang berlabel budaya Islam. Hal itu dikatakan Saefudin, M.Si pendiri sekaligus Ketua Yayasan yang membawahi kampus di Kabupaten Pati, Jawa Tengah tersebut.

“Kampus STIBI Syekh Jangkung ini dari data Diktis, merupakan satu-satunya kampus budaya Islam di Indonesia. Sebab, yang lain hanya kampus berbasis Islam, pendidikan dan sejenisnya seperti STAI, STKIP dan sebagainya,” kata Saefudin, M.Si kepada Harianjateng.com, Rabu (31/8/2016).

Sebagai kampus baru, STIBI Syekh Jangkung akan menjadi kampus berbeda dengan kampus lain yang berada di wilayah eks karesidenan Pati bahkan di Jawa Tengah. Hal itu menurut Saifudin, terbukti dengan jurusan yang dibuka di kampus yang berlokasi di Jalan Raya Kayen – Tambakromo, Kabupaten Pati tersebut.

Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam Syekh Jangkung Pati tersebut, menurut Saifudin, sampai saat ini membuka Jurusan Studi Sejarah Kebudayaan Islam. “Kalau pendaftaran terakhir besuk 12 September 2016,” beber pria berpeci tersebut.

“Awalnya namanya saya usulkan STIBI Cendekia, namun tidak disetuji, ya akhirnya namanya jadi STIBI Syekh Jangkung,” beber dia.

Tapi bagi saya, lanjut dia, ya tidak masalah wong soal namanya. “Kalau jurusannya, Budaya Islam itu adanya di Unissula dan Salatiga. Tapi kalau kampusnya yang berbasis sejarah Islam dan budaya ya cuma di Pati, yaitu STIBI Syekh Jangkung,” ujarnya.

Dikatakan dia, bahwa STIBI Syekh Jangkung Pati sudah mendapat izin operasional dari Diktis pada bulan Februari 2016 lalu. Saat ini, STIBI Syekh Jangkung sudah memiliki puluhan mahasiswa. “Harapan saya ya bisa menjadi rujukan budaya Islam di Pati, terutama dalam mengawal sejarah lokal Pati, Sariden atau Syekh Jangkung dan juga nguri-nguri budaya Ketoprak,” harap dia. (Red-HJ99/Foto: Hrs).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here