Pilkades Warungpring Tak Penuhi Qourum, Masa Muslih Golput

0
Paguyuban Masyarakat Peduli Warungpring (PMPW) desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Pemalang, Harianjateng.com – Paguyuban Masyarakat Peduli Warungpring (PMPW) desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah  yang diketuai M. Khusnul Marom benar-benar membuktikan ancaman pada Minggu (25/9/2016) saat Pilkades akan Golput alias tidak nyoblos.

 

 
Terkait dengan pilkades Desa Warungpring yang tidak mencapai qourum, mengacu pada hasil pengumuman yang yang disampaikan oleh ketua Panitia pilkades Ahmad Ghufron SPd pada minggu(26/9) dengan rincian jumlah DPT: 12.231, Jumlah hadir:5.361(prosentase kehadiran 43.8%), Qourum 50%+1=6.117(-756 pemilih dari kehadiran), dan Qourum 2/3=8.154( 87.6%).

 

 
Di jumpai di sekertariat PMPW Dusun Pamulihan Rt:10/05 Dusun Pamulihan, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring pada Senin (26/9/2016) Khusnul Muharom mengatakan golput adalah pilihan yang terbaik bagi pendukung Muslih. “Salah satu bentuk perlawanan diam terhadap praktik politik warga yang kecewa terhadap penyelenggara Pilkades Warungpring dengan cara tidak memilih ini dikarenakan kandidat yang diusung oleh ribuan PMPW tidak dinyatakan lolos hanya karena tidak lulus test uji kesehatan mental oleh panitia pilkades,” jelasnya.

 

 

 

Lebih lanjut dikatakan oleh Khusnul Muharom, protes ini berawal dari surat yang diterima oleh Balon Muslih dari panitia Pilkades pada tanggal (10/9/2016) dan di sini terjadi keganjilan seharusnya menurut jadwal. Pengumuman test kesehatan pada tanggal (9/9/2016). “Hal tersebut menjadi pemacu emosi ribuan masa PMPW yang menjadi simpatisan balon Kades Muslih karena pengumuman  mundur satu hari (10/10/2016) sehingga tidak bisa melakukan klarifikasi di DKK dan ini siapa yang bermain?, karena dari hitung-hitungan masa Muslih jauh lebih unggul jika dibandingkan kedua calon yang lolos dan ini bisa dibuktika ketika warga yang memilih tingkat kehadirannya tidak memenuhi Qourum yaitu 2/3 dari DPT,” ungkapnya geram.
 
Sikap berani golput yang diambil oleh pendukung PMPW ini diyakininya sebagai sikap perlawanan yang tidak dilarang. “Dalam asas demokrasi golput tidak dilarang , karena dalam azaz demokrasi tidak memilihpun bentuk suatu pilihan dan orang tidak bisa dipaksa untuk memilih terhadap pilihan-pilihan,” jelas salah satu simpatisan yang tidak mau disebutkan namanya. (Red-HJ99/Joko Longkeyang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here