Rani Menuk, Tekuni Make Up sebagai Jalan Hidup

2
Rani Menuk Pradjadinata

Jalan hidup tiap orang memang berbeda, begitu pula dengan Rani Menuk yang kini menukuni dunia make up artis atau dikenal dengan MUA. Pemilik nama lengkap Rani Savitri, ini mengakui dunia MUA lambat-laun menjadi kebutuhan dan bahkan menjadi gaya hidup perempuan. Oleh karena itu, ia pun merespon kondisi tersebut dengan konsisten menukuni dunia MUA tersebut.

 

 

“Mulai 2003 saat itu masih bergerak di dunia styling rambut salah satu brand produk perancis , 2006 mulai merambah di dunia tata rias pengantin, make up panggung dan art,” beber pemilik nama entertain Rani Menuk Pradjadinata kepada Harianjateng.com, Rabu (28/9/2016).

 

 

Target ke Ibukota

Dijelaskan dia, bahwa untuk meniti karirnya, ia memiliki mimpi bisa sukses sampai ke Jakarta. “Untuk target sih impiannya ya bs merambah dipusat ibukota negara kita, tapi sampai saat ini sembari MUA komersil juga bekerjasama untuk make up hunting photographer komunitas,” papar perempuan kelahiran Malang 21 Juli 1983 tersebut.

 

 

 

Dijelaskan dia, bahwa mengenyam pendidikan yang jelas harus dimiliki untuk seorang profesionalisme utamanya MUA. ”Saya sudah mengenyam pendidikan tata rambut untuk coloring dan hairdo, pendidikan tata rias pengantin adat dan Eropa, tata rias advance untuk special occasion dan art,” tandas perempuan yang beralamat di Samarinda Kaltim tersebut.

 

 

 

Promosi Budaya dan Wisata

Peran MUA dalam mempromosikan adat budaya khususnya sangat banyak saat ini, lanjut dia, karena sesuai profesi saya sebagai penata rias pengantin dan MUA, dengan begitu bisa dijadikan ajang pelestarian adat budaya pengantin daerah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi yang selama ini banyak saya tangani.

 

 

 

“Untuk menjadi mua profesional dibutuhkan jasa pendidikan dan ketrampilan unt bisa dan mampu menguasai mulai dari tata rias dasar sampai advance, juga penataan rambut yang sesuai, mengingat sekarang juga banyak wanita berhijab, sebagai profesionalis harus mampu menguasai keterampilan tersebut, dan tidak terpaku dari pelajaran otodidak yang saat ini bisa secara mudah dijumpai hanya dengan membuka dunia maya dan sosmed,” beber perempuan yang pernah meraih kejuaraan Juara Dua Tata Rias Pengantin Sunda Siger Kaltim tahun 2011 dan juara dua Tata Rias Eropa Harpi Melati Kaltim 2012 tersebut.

 

 

 

Dijelaskannya, menanggapi dunia photo khususnya yang sangat besar korelasinya dengan dunia saya, lanjutnya, saya menyukai photo yang “bagus” dalam artian photo yang mampu menanyakan pemirsanya untuk berpikir mengapa, kenapa, dan bagaimana.

 

 

 

“Masalah objek photonya itu hal yang biasa, model tidak dituntut cantik tapi harus digaris bawahi postur tubuh tidak besar atau gemuk, untuk betis dan paha kurang lebih sama, lingkar dada yang jadi sorotan utama dalam sebuah karya, harus diperhatikan untuk seorang model saran utama tidak lebih dari ukuran 34, karena di samping akan menyusahkan pose hasil gambar yang dihasilkan pun tidak tampak mesum tapi sebuah art, mungkin bs dijadikan referensi saat menanggapi photo nude,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: Rani).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here