Hari Perdamaian Internasional, Komunitas Lima Gunung Pentaskan Centhini

0
Salah seorang penari dalam pertunjukan "Centhini Gunung" melakukan prosesi menaiki 'ondho' (tangga) centhini di Studio Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/9/2016).

Magelang, Antara Jateng – Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Wahid Institute bakal menggelar pertunjukan “Centhini Gunung” dalam memperingati Hari Perdamaian Internasional 2016.

Presiden Lima Gunung Sutanto Mendut di Magelang, Jumat, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut akan berlangsung di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, 6 Oktober 2016.

Pergelaran akan dimulai dengan pawai seniman “Pluralisme Kirab Gunung”. Sekitar 350 seniman akan kirab/perform dari dua arah di jalan utama di Dusun Mantran Wetan.

Mereka dari berbagai kelompok kesenian, antara lain, dari Bandongan, Wonolelo, Gejayan, Keditan, Keron, Forum Kilometer Nol Borobudur, Mantran, dan Pascasarjana ISI Yogyakarta.

Mereka kirab di sepanjang jalan sekitar 500 meter di kawasan Gunung Andong, antara lain, membawa sejumlah tandu dan properti lainnya berupa puluhan bentuk stupa Borobudur serta alat musik tradisional.

Ia mengatakan bahwa pergelaran dalam rangkaian Borobudur Writers and Cultural Festival ini di lokasi jalan utama, Dusun Mantran Wetan. Panggung utama pementasan dihiasi dengan berbagai seni instalasi berbahan baku alam dengan latar belakang Gunung Andong.

Para penari yang akan tampil dalam pementasan tersebut menamakan Centhini Gunung, antara lain, Nia Agustina (Centhini Sianida), Nungki Nurcahyani (Ni Centhini), Galih Puspita (Jalan Centhini), Sekartaji Suminto (Centhini Bohemian), Fetri Rachmawati (127 Centhini), dan Annisa Hertami (Kembara Centhini).

Para penari tersebut, Jumat sore, menjalani prosesi menaiki ondho (tangga) Centhini di Studio Mendut sebelum latihan menari secara spontanitas.

Direktur Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan bahwa pihaknya tertarik untuk bergabung dengan kegiatan kesenian di alam desa untuk menggelorakan perdamaian.

“Gerakan perdamaian tidak bisa hanya di kota, justru dari masyarakat akar rumput seperti ini arus kecil perdamaian akan menjadi gelombang besar perdamaian,” katanya. (Red-HJ99/ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here