Tol Pemalang-Batang Terkendala Pembebasan Tanah

0
Ka. Humas PT. Waskita Karya Jhon P. Sedang menerangkan Jalur TOL PBTR.

Pemalang, Harianjateng.com – Pembangunan jalan tol  Pemalang – Batang Tol Road atau PBTR sepanjang 39,5 km yang dimulai dari Sewaka Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sampai ke Pasekaran Kabupaten Batang saat ini masih terkandala dengan proses pembebasan tanah bagi warga pemilik tanah yang terkena dampak pembangunan jalan tol tersebut.

 

 

Hal tersebut dikarenakan proses pembebasan tanah, belum sepenuhnya dilakukan pembayarannya, sehingga menjadi penghambat dan kendala tersendiri bagi kelangsungan pengerjaan pembangunan PBRT. Hal itu dijelaskan John P, Humas PT. Waskita Karya perusahaan yang dipercaya membangun infrastruktur tol.

 
“Secara umum proses pembangunan PBTR tidak ada masalah, karena sebelumnya sudah melakukan koordinasi terhadap pihak-pihak terkait,untuk kendaraan pengangkut material yang keluar masuk proyek dan juga pengerjaan proyek ini dikarenakan sebelumnya pihak PT sudah melakukan kooordinasi ke lalu lintas, Dinas PU, pengairan dan desa setempat namun yang kendala justrupada pembebasan tanah karena sampai sekarang belum dibayar sepenuhnya,” papar dia, ketika disambangi di kantornya beberapa waktu lalu.

John juga menyampaikan, perusahaan ditagert pada 2018 pembangunan jalan tol sudah harus rampung semua, namun pada Juni 2017 juga ditarget agar jalan tol tersebut sudah bisa dilalui walaupun belum seratus persen, karena pada saat itu akan digunakan untuk arus lalulintas saat mudik dan arus balik lebaran.

“Karena terkendala oleh pembebasan tanah atau belum clearing, maka pengerjaan yang sekarang dilakukan adalah pada pembuatan jembatan dan pemasangan tiang pancang di sejumlah titik yang akan dilalui ruas jalan tol dan sudah dilakukan pembebasan tanahnya diataranya untuk persiapan pembuatan jembatan di Cibelok,  jembatan Kali Serayap, box jalan walaupun masih beberapa persen, termasuk juga box Lori Kejambon sudah dikerjakan untuk paket 2, sedangkan untuk paket lainnya juga dalam proses pengerjaan,”ungkap John.

 

Dikatakannya lagi, bahwa PBTR ditangani oleh  2 PT, yaitu PT Waskita Karya yang mengerjakan bagian di infra struktur serta sebagian urugan yaitu dari Sewaka sampai Sitemu,  Pekajangan dan Pasekaran sekitar 15, 5 km dan yang kedua adalah PT SMJ (Sumber Mitra Jaya)  yang mengambil urugan sepanjang 23.5 km.

 

 

“Ini yang perlu dimengerti, karena selama ini masyarakat tahunya pengerjaan hanya dilakukan oleh Waskita saja padahal tidak,” pungkasnya.(Red-HJ99/Joko Longkeyang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here