November 2016, Pembayaran Ganti Rugi Tol Pemalang-Batang Ditarget Tuntas

0
Deni Santo Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pemalang.

Pemalang, Harianjateng.com – Ditarget bulan November 2016, pembayaran Pembayaran ganti rugi jalan tol Pemalang, Jawa Tengah diharapkan tuntas. John P. Humas PT. Waskita Karya, PT yang mengerjakan pembangunan infrastruktur serta sebagian urugan ruas tol Pemalang-Batang beberapa waktu lalu, kepada Harianjateng.com mengatakan bahwa walaupun belum seluruh bidang tanah dapat dibebaskan atau belum clearing, pihak konstruksi memprioritaskan utk pengerjaan jembatan, pemasangan tiang pancang di sejumlah titik yang akan dilalui ruas jalan tol.

 

“Beberapa titik yang sudah dilakukan pembebasan tanahnya antara lain untuk pembuatan jembatan, pemasangan tiang pancang di sejumlah titik yang akan dilalui ruas jalan tol, persiapan pembuatan jembatan di Cibelok, jembatan Kali Serayap, box jalan walaupun masih beberapa persen, termasuk juga box Lori Kejambon sudah dikerjakan untuk paket 2, sedangkan untuk paket lainnya juga dalam proses pengerjaan,” beber John P kepada Harianjateng.com.

 
Ketua Pelaksaana Pengadaan Tanah (PPT)Deni Santo, yang juga Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pemalang ketika dikonfirmasi di kantornya, mengamini pernyataan Humas PT. Waskita Karya tersebut. “Pembayaran tol Pemalang- Batang, baru dibayar 39%, dan Insya Allah sampai minggu depan di bulan Oktober 2016 bisa mencapai 55% dan pada Bulan November 2016 diharapkan sudah tuntas,” tutur dia.

 
Lebih lanjut Kepala BPN Deni Santo juga menyampaikan pengadaan tanah secara teknis tidak ada kendala keterlambatan ini terkait dengan alokasi anggaran untuk pembayaran UGK (Uang Ganti Kerugian) oleh Kementerian Pekerjaan Umum Kementrian, karena ruasnya panjang maka dana harus dibagi paling tidak akhir Bulan November 2016 bisa selesai tidak ada kendala.

 

Ketika ditanyakan strategi apa yang diterapkan kemasyarakat Pemalang dalam pengadaan tanah sehingga tidak gejolak, dengan santai Kepala BPN mengatakan, resepnya masyarakat harus tahu hak, kewajiban dan bagaimana mereka menggunakan hak dan kewajibannya, transparan, dan yang tidak kalah penting masyarakat juga harus sabar dan waspada.

 

“Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain, jangan sampai terkena rayuan, terkena tipu muslihat yang mengatas namakan pejabat BPN atau pejabat lainnya yang minta uang jasa misal, karena semua yang dibayarkan ke masyarakat melalui bank yang ditunjuk adalah haknya,” terang dia.

 
Lebih dalam disampaikan juga ketika tanah sudah dibayar oleh Pejabat Pembuat Komitmen( PPK) maka selanjut data akan diserahkan ke PT Waskita Karya sehingga diharapkan tidak akan menimbulkan permasalahan pembangunan ruas jalan Tol Pemalang – Batang atau ruas-ruas lainnya.(Red-HJ99/Joko Longkeyang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here