Purbalingga Jadi Contoh Gerakan Antinarkoba

10
Bupati Purbalingga Tasdi saat memberikan penjelasan kepada Kepala BNN Budi Waseso (baju putih) mengenai pelaksanaan tes urine bagi perempuan aparatur negara (ASN). Pemkab Purbalingga menggelar tes urine massal yang diikuti 4.038 peserta terdiri atas 3.000 ASN dan 1.038 kader pegiat gerakan antinarkoba. (Foto: Sumarwoto).

Purbalingga, Harianjateng.com – Pencanangan “Purbalingga Bersih dari Narkoba” yang dilakukan oleh Bupati Purbalingga Tasdi menjadi proyek percontohan Gerakan Antinarkoba di daerah, kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.

“Ini jadi ‘pilot project’ (proyek percontohan) karena baru ada di Indonesia di mana kepala daerahnya mendeklarasikan Gerakan Purbalingga Bersih dari Narkoba dengan mengajak seluruh anak buahnya dan masyarakat hingga ke tingkat desa/kelurahan,” katanya di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (10/10/2016).

Buwas (panggilan akrab Budi Waseso) mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri Apel Luar Biasa Pencanangan Purbalingga Bersih dari Narkoba, Pengukuhan Kader Pegiat Antinarkoba, dan Tes Urine Massal yang diikuti 4.038 peserta di Alun-alun Purbalingga.

Oleh karena itu, dia akan menularkan gerakan yang dipelopori Bupati Purbalingga untuk ditiru oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini, tidak ada satupun wilayah di Republik Indonesia yang bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Artinya, narkotika sudah menyeluruh di Indonesia dan harus ditangani secara masif, bersama-sama semua komponen masyarakat,” katanya.

Menurut dia, apa yang dilakukan di Purbalingga menjadi respon paling cepat oleh seorang bupati dalam menterjemahkan ajakan perang terhadap narkoba yang dikemukakan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan kehadiran Kepala BNN dapat memompa semangatnya bersama Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk terus berupaya agar kabupaten itu selamanya bersih dari narkoba.

Ia mengharapkan setelah pencanangan tersebut, seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala desa/kelurahan, aparat desa/kelurahan, pelajar, perusahaan, dan pondok pesantren termotivasi untuk memerangi narkoba di Kabupaten Purbalingga. (Red-HJ99/ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here