Jika RPK Nakal, Warga Purwokerto Bisa Laporkan pada Petugas

15
Rumah Pangan Kita.

Purwokerto, Harianjateng.com – Masyarakat diminta segera melaporkan ke Bulog jika menjumpai pelaku rumah pangan kita (RPK) yang “nakal”.┬áHal itu dijelaskan oleh Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Banyumas Setio Wastono.

“Jika ada RPK yang menjual produk dengan harga yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat dapat melaporkannya kepada kami. Ini merupakan bentuk pengawasan terhadap RPK,” katanya didampingi Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Banyumas M. Priyono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (14/10/2016).

Ia mengatakan berdasarkan laporan tersebut, pihaknya akan memberikan teguran atau surat peringatan.

Jika hingga tiga kali tidak mengindahkan surat peringatan itu, kata dia, RPK yang “nakal” bakal dicoret dan dapat digantikan oleh orang lain yang tinggal dalam satu lingkungan rukun warga (RW).

“Ini karena dalam satu RW hanya boleh ada satu RPK,” jelasnya.

Kendati demikian, dia mengatakan hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait RPK “nakal”.

Disinggung mengenai jumlah RPK yang telah dibuka di wilayah kerja Bulog Banyumas, Priyono mengatakan sejak diluncurkan pada bulan Agustus 2016, hingga saat ini telah ada 80 RPK yang tersebar di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

“Kami ditarget membuka 2.500 RPK hingga akhir tahun 2017. Oleh karena itu, kami menargetkan membuka 103 RPK hingga akhir tahun 2016 karena program tersebut baru diluncurkan pada bulan Agustus, sedangkan sisanya pada tahun 2017,” katanya.

Ia mengatakan produk Bulog yang paling banyak diminati oleh pelaku RPK berupa gula pasir.

Menurut dia, harga eceran tertinggi untuk gula pasir yang dijual di RPK sebesar Rp12.500 per kilogram. (Red-HJ99/ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here