Ratusan Warga Rembang Tolak Pembatan Pabrik Semen

0
Sejumlah warga berunjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk memprotes pembatalan pabrik semen di Rembang. Foto: Achmad Zaenal M.

Semarang, Harianjateng.comĀ – Seratusan warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berunjuk rasa menolak pembatalan izin pendirian pabrik PT Semen Indonesia di kabupaten setempat.

Unjuk rasa yang berlangsung tertib di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (14/10/2016), itu diikuti oleh perwakilan warga dari lima desa dan beberapa karyawan PT Semen Indonesia.

Koordinator aksi Waid mengatakan bahwa warga Desa Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, Kajar, Kecamatan Gunem, dan Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu berharap pabrik semen di Rembang tetap beroperasi.

“Warga di ring satu (lokasi terdekat dengan pabrik) tidak terima dan tidak rela jika pabrik semen ditutup karena relatif banyak warga yang menggantungkan hidup. Kami berharap pabrik semen tetap berlanjut sampai tahap produksi,” katanya.

Warga juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memikirkan nasib para warga dan karyawan yang bekerja di pabrik semen Rembang.

“Akan ada ribuan orang yang menganggur jika pabrik semen benar ditutup,” ujar pria mengaku bekerja di bagian gudang itu.

Ia menyebutkan bahwa orang-orang yang selama ini menolak pendirian pabrik semen di Rembang itu merupakan pihak yang tidak bisa diajak maju dalam berbagai hal.

“Kami warga Rembang merasa kecewa dan sedih, pabrik semen itu kebanggaan serta harapan kami bertahun-tahun untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Setelah berorasi beberapa saat di depan halaman Kantor Gubernur Jateng, delapan perwakilan warga Rembang yang mendukung pendirian pabrik PT Semen Indonesia itu diterima oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Jateng Agus Sriyanto dan Asisten Pemerintahan Siswo Laksono.

Kepada perwakilan warga, kedua pejabat Pemprov Jateng itu berjanji akan menyampaikan semua aspirasi warga kepada pimpinan.

Mahkamah Agung memenangkan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan warga Rembang yang diwakili Joko Prianto dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) atas izin lingkungan pembangunan pabrik semen di Rembang.

Padahal, Pemprov Jateng dan Semen Indonesia sebenarnya telah memenangkan gugatan hukum di tingkat pertama, tingkat banding, hingga kasasi. Namun, harus menerima kekalahan pada putusan PK di MA. (Red-HJ99/ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here