Tragedi Korupsi di Kebumen, Ganjar: Opo Ora Isin Karo Rakyat

1
Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah (kanan).

Semarang, Harianjateng.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Kebumen terkait kasus dugaan suap, dijadikan pelajaran oleh pemerintah daerah lainnya.

“Pelajaran yang bisa diambil, tobatlah, stop. ‘Opo ora isin karo rakyat’ (apa tidak malu dengan rakyat), sebagai pejabat negara kok kayak gitu,” katanya di Semarang, Senin (17/10/2016).

Ganjar meminta seluruh jajaran aparatur sipil negara untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan pakta integritas yang telah ditandatangani sebelumnya.

“Sebenarnya ini serius mesti ada pertobatan nasional, kalau gak tobat (bisa) celaka, tanda tangan pakta integritas tapi masih kayak gitu,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Ganjar menegaskan bahwa pegawai negeri sipil yang terlibat dan terbukti melakukan tindak pidana korupsi atau suap akan dipecat.

“Kalau terlibat begitu, otomatis akan dipecat karena sanksi tegas seperti inilah yang diperlukan sehingga ada efek jera,” katanya.

Mantan anggota DPR RI itu juga meminta Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad segera menunjuk pelaksana harian karena Sekretaris Daerah Adi Pandoyo ikut menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh petugas KPK terkait OTT di kabupaten setempat.

Penunjukan pelaksana harian Sekda Kabupaten Kebumen itu, kata Ganjar, bertujuan agar kinerja birokrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Pak Sekdanya belum bisa dihubungi, semua yang ‘diangkut’ KPK itu belum bisa dihubungi, ya sudah ditunjuk pelaksana harian saja,” ujarnya. (Red-HJ99/ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here